Archive for May, 2012

Sertifikasi Guru dan Problematikanya

0

Jk_Ksg, 31 Mei 2012.

PROFESI GURU ;

TUNTUTAN KESEIMBANGAN ANTARA SELLERY DAN TANGGUNG JAWAB.

Kemendiknas, tahun-tahun belakangan ini nampaknya memiliki anggaran yang sangat besar. Dana yang dibutuhkan untuk Program Sertifikasi Guru dan Dosen, kalau kita mau jujur, luar biasa besarnya. Belum lagi berbagai dana hibah yang digelontorkan kepada sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Negri maupun Swasta di Indonesia.

Bagi mereka yang sudah bersertifikat, apalagi sudah menikmati tunjangannya, berbahagialah. Tinggal bagaimana menyeimbangkan antara apa yang sudah didapat dengan apa yang harus di pertangung jawabkan.

Bagi mereka yang boro-boro menikmati tunjangan sertifikasi, masuk dalam daftar kuota pun belum, atau bagi yang sudah lulus tapi terkendala berbagai hal disana-sini, semoga diberi ketabahan. Ada baiknya kita mencoba memahami kesulitan yang mungkin dialami oleh pihak lain dalam mengurus kepentingan kita.  Mari kita simak sebuah catatan refleksi program sertifikasi Guru di daerah lain, dengan berbagai hal yang rasanya patut untuk kita pahami.

Saya lansir  sebuah berita beberapa tahun lalu dari Aceh di situs ini; http://sertifikasiguru.org/berita_detail.php?id=1  , rasa-rasanya bener juga bahwa tak perlu menyalahkan orang lain. Ternyata memang prosesnya rumit dan membutuhkan perjuangan dan kesabaran.  (more…)

Mutu atau Jumlah ?

0

Jika Anda memilih menjadi Guru di Sekolah Swasta ? Mari bandingkan 2 hal dibawah ini ;

 

1. Siswa banyak , kurang disiplin, jarang masuk sekolah, otak kendor.

2. Siswa sedikit, disiplin tinggi dan bermutu.

Kalau kita pilih yang pertama, mari siap-siap untuk menerima honor agak tinggi dan kerja santai tapi makan hati.

Pilih yang kedua, mari siap-siap jangan naikkan kelas jika memang tak layak naik kelas…

Beda Tipis Antara Laptop Rusak dengan Dak Biso Make Laptop..!!

0
Kisah Bedul dan Pakcik/Makcik Guru…!!

Bedul :

Pakcik Guru….. makcik Guru ,  wuahh tambah  gerot bae…..Itu beli    TV-DVD  Player Mini Display dan   a-see pendingin  untuk dimano …?

Pakcik / Makcik :

Woiiiu  .. Dul…Dul… ! Masa iya kamu nggak bisa lihat kalo saya baru beli mobil baru, biarpun cuma mobil kijang tahun 90-an. Ya dipasang disitu lah … Habis, .. baru terima tunjangan sertifikasi, gitu..loh..!

Bedul :

Emm… memang pakcik makcik  berdua ko  termasuk manusia pilihan, orang-orang padek….buktinyo biso jadi Guru propesional……

Pakcik /Makcik :

Kau jangan nak angek nengok kami, Dul…

Bedul :

Ai, idak Cik, itu kan sudah rizki masing-masing. Sayo ngerti nian tu,  rizki kalu nak datang dak biso nak ditolak, kalau nak jauh dak..  biso nak diraih…cam tu.. la…

Pakcik/makcik:

Kau nak ngapo kesiko, tumben ….

Bedul : 

Cuma nak minta tulung,  kami nak  bikin surat perjanjian jual- beli tanah, cumo sayo dak tau nian bunyie surat jual-beli tu,.. dak biso nak ngetik nyo…apo ntah itu…Tulung ketik bentar, Cik… !

Pakcik/Makcik :

Hah.. em..ehem… ee.. leptop aku yang “pentium sepuluh”  tu sedang heng Dul,  hurup-hurupnyo jugo dak elok nian…. mungkin dimakan pirus trojan keno dari plesdis kawan ….bisuk-bisuk lah ngetiknyo , yoo … ?? (sambil ngeloyor pergi ngebut pake mobil barunya)……

(Padahal… nyo beduo dak biso jugo ngetik tu, …. dak reti jugo make leptop…segeknyo bae…..  )

Bedul :

..????… Wuih.. hebat jugo leptop kini ko,… lah sampe pentium sepuluh…. yang punyo leptop  tu kalu lah “pentium duopuluh”  pulo…… (sambil garuk kepala … )

Admin Says : 

– Bedul,… kau ko dak ngerti nian apo ngejek … ?

– Makonyo,….Pakcik/Makcik, belajar Komputer Yuk,…. pacak make nyo  bae jadilah… idak perlu malu ………

Sekolah Swasta..?? Why Not ..!!

0

Ada saya kutip pendapat seorang teman , Pak Rusdi;

http://smk-bn-kk.blogspot.com/search/label/OK-nya%20Sekolah%20di%20Lembaga%20Swasta

OK-nya Sekolah di Lembaga Swasta

Kelebihan Sekolah di SMK Swasta

Banyak orang memandang sebelah mata terhadap sekolah swasta. Bahkan pihak-pihak yang seharusnya memajukan dunia pendidikan-pun terkadang bersikap demikian. Baiklah kita renungkan:
Sekolah swasta banyak berusaha untuk memajukan sekolahnya dengan susah payah, dengan segala keterbatasan, sehingga semua personil yang termasuk di dalamnya harus berpikir keras dan berusaha sekuat mungkin. Proses ini terus berlangsung dalam perjalanan sekolah tersebut. Sadarkah kita, proses ini memberikan pelajaran yang luar biasa bagi mereka yang ada di dalam sekolah tersebut, termasuk siswa dan organ sekolah yang lainnya.
“Jiwa kemandirian” ternyata dapat dimiliki oleh orang-orang yang terbiasa atau terlatih dengan berbagai tekanan. Artinya seseorang yang terbiasa dengan meminta dan permintaannya mudah sekali untuk dikabulkan, tidaklah sangat mendidik jiwa kemandirian.

Hubungan antara Kondisi, Sikap mental dan Keterampilan.

0

Ada sebuah cerita, dulu saya punya teman “seperjuangan, senasib-sepenanggungan” dan juga ” selapar-sekenyangan” di tempat kost. Kami sama-sama sekolah di tempat yang sama dari SD sampai SLTA, sama-sama dari dusun,  daerah Transmigrasi.  Perbedaan dintara kami adalah; Bapak saya anaknya banyak (Tujuh)  sedangkan Bapak teman saya anaknya cuma dua , sehingga dengan latar belakang  dan pendapatan orang tua kami yang  relatif hampir sama,  tetapi kemampuan memenuhi kebutuhan berbeda karena “user/pengguna” yang jumlahnya berbeda. Perbedaan lain adalah, saya dibiayai orang tua sampai SLTP, sedangkan teman saya dibiayai sampai kuliah.

Anda bisa menduga perbedaan lainya ?….. Saat kuliah teman saya sangat enjoy sedangkan saya tak mampu meluangkan sedikit waktu untuk bermain, sebagaimana layaknya menikmati masa muda. Lho…??? Lha iya, .. lha wong waktu saya  habis untuk mencari makan dan biaya sekolah/kuliah. Karena terpaksa,  maka saya harus belajar dan mencoba untuk bisa apa saja, mulai pembantu tukang batu (kenek),  membantu toko fotocopy,  membantu instalatir listrik, penyiar radio PEMDA, main Band di malam hari walau dibayar murah, bahkan membantu tebas kebun orang lain.  Artinya, karena keadaan , maka saya “terpaksa” harus belajar banyak hal yang dulunya tidak saya kuasai.  Dan ternyata ….. walaupun belajar dengan  “terpaksa”  karena  butuh biaya sekolah, ehh… saya jadi punya ilmu dari berbagai  bidang yang berbeda,  yang belakangan saya rasakan manfaatnya, minimal bisa menghemat biaya saat membangun rumah sendiri, karena biaya bisa ditekan, tidak perlu membayar mahal kepada orang lain untuk pekerjaan-pekerjaan yang “sebenarnya sangat mudah”. (more…)

Siswa ; Beda Dulu dengan Sekarang

0

Apa yang terjadi di dunia Pendidikan saat ini ..???

Ada gejala gak aneh yang saya (-dan juga teman-teman seprofesi-) rasakan belakangan ini. Siswa dan Mahasiswa agak kurang bergairah dalam belajar. Sepertinya… “Ilmu nggak ilmu, mutu nggak mutu.. biso dak biso .. yo lantak- lah, yang penting Lulus”.

Kasar kah bahasa saya ini ..??.. Buat anda yang merasa masih Pelajar stau Mahasiswa,… tak perlu tersingung dulu semuanya, kecuali bagi anda yang masuk dalam kelompok dimaksud.

Saya dan teman-teman berpendapat begitu bukan tanpa dasar, tapi didasari pada pengalaman dalam mengajar beberapa tahun belakangan.

Sebenarnya dari dulu sampai nanti juga tetap ada model siswa/mahasiswa seperti itu, cuma belakangan ini kadar nya agak tinggi.  Maaf kata,… disuapin saja nggak mau nelan, apalagi suruh cari makan sendiri…

Belakangan ini, sulit untuk mendapatkan suasana diskusi di kelas yang seru, berimbang dan berbobot seperti dulu. Jaman kami dulu, ada saja beberapa teman yang bermasalah kuliahnya karena “digencet” oleh Dosen, akibat tingkah beberapa teman yang (-tanpa sadar-) menyudutkan Dosen dalam diskusi.  Sekarang ? … Wuihh… agak sulit  mencari peserta didik yang senang diajak diskusi. Maunya dengar pelajaran doang, diam ,  dapat nilai dan maunya langsung lulus, sebab sudah diatur oleh Sekolah, Penguasa dan Pemerintah.

Apa yang terjadi ? apakah ada kaitannya dengan sistem pendidikan saat ini, dimana Institusi  ”Pusat”  dan “Daerah”  turut  serta memegang andil terhadap proses kelulusan siswa ?   Kita cari jawaban dan solusi sama-sama yuk…!

Go to Top