Archive for June, 2012

Hujan dan Kegembiraan.

0

Jk_Ksg, 19 Juni 2012.

Sudah sekitar dua minggu kota Muara Bulian dan sekitarnya tidak diguyur hujan.   Aroma kemarau melengkapi  kesengsaraan warga akibat debu  jalan hasil karya para penambang  emas hitam Batu Bara yang sudah sekian lama merusak jalan. Daun tanaman menguning, getah karet hanya menetes lemah, harganyapun rendah.

Sore ini, walaupun hanya  sekitar 20 menit, datang juga apa yang ditunggu-tunggu,… Hujan !  Air Buatan Tuhan ini memang beda dengan air biasa. Sedikit saja maka akan sangat berarti, sangat besar  perbedaannya apabila datang disaat yang  tepat.

Banyak wajah yang  berseri-seri  dan gembira.  Bukan hanya wajah manusia saja , tapi juga makhluk ciptaan Tuhan yang lain, tumbuhan dan hewan. Terimalah berkah ini dengan rasa syukur….

EUVORIA PENYIMPANAN DATA ONLINE DAN KONSEKUENSINYA.

0

Jk_Ksg , 20 Juni 2012.

Internet, sebuah kata yang tak asing lagi selama belasan tahun belakangan ini. Menurut beberapa referensi yang saya lansir, ada banyak versi yang menyebutkan tahun berapa Internet mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Namun secara umum dapat diambil kisaran tahun 1988-1996.

          Di awal keberadaannya, penggunaan  Internet  masih terbatas untuk keperluan pertahanan keamanan/militer, sains dan perkumpulan komunitas tertentu. Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata dunia per-internetan mulai melebarkan sayapnya ke bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, dan bidang-bidang strategis lainnya.  Mau menghitung jumlah pengguna internet saat ini ? Dari beberapa sumber, angka pengguna internet diseluruh dunia pada tahun 2011 sudah mencapai lebih dari 2 milyar. Data terbaru jumlah penduduk dunia saat ini menembus angka 7 milyar. Jadi pengguna Internet dunia sudah lebih dari 28,5 %.  Mau angka riilnya…?….saya menduga, belum selesai anda menghitung, angkanya sudah berubah lagi.  Begitu besarnya kebutuhan dan animo masyarakat terhadap penggunaan internet ini.  Bahkan, kalau kita mau jujur, saat ini sudah tidak ada batasan usia lagi untuk menggunakan internet. Anak-anak berusia dibawah 10 tahun sudah mahir “browsing”, paling tidak untuk berselancar dengan game-online, facebook, dan lainnya. Dunia pendidikan, pemerintahan, perbankan, tak terhitung lagi yang menggunakan layanan internet untuk keperluan  transfer dan penyimpanan data-data. (more…)

Pohon Salah Tumbuh.

0

Jk_Ksg, 18 Juni 2012.

Ilmu,… yang diimplementasikan dalam sebuah karya (sebut saja keterampilan mengelola sesuatu)…semestinya berharga mahal, karena untuk mendapatkannya perlu curahan biaya, waktu, dan energi yang tidak sedikit. Dari semua itu, sebenarnya yang paling mahaladalah nilai dari sebuah kemauan seseorang untuk merealisasikan keilmuannya dalam sebuah karya (yang berada dalam balutan sebuah profesi), apapun bentuknya….. yang jelas bisa bermanfaat untuk orang lain, khususnya pihak yang mempekerjakan atau memanfaatkan keilmuannya.

Kadangkala, terjadi ketimpangan dalam hal ini. Beberapa orang dengan kemauan tinggi dan  kemampuan keilmuan dan ketrampilan yang baik dalam “mengerjakan sesuatu” yang bermanfaat untuk pihak lain,  tidak berada pada posisi tawar yang baik.  Ilmu, keterampilan dan kemauannya dihargai dengan kurang sepantasnya.  Sementara kadang ada beberapa orang lainnya yang tidak terampil,banyak teori saja,  atau sebenarnya terampil tapi tidak mau repot mengaktualisasikan keterampilannya agar bermanfaat bagi pihak lain, justru memiliki pendapatan yang tinggi untuk ke-tidak terampilannya itu.  Dunia saat ini kadang-kadang aneh, banyak sekali ” pohon-pohon besar”  yang tumbuh ditempat yang  salah….

Naik Motor Vs Naik Kelas.

0

Jk_Ksg, 18 Juni 2012

Hari ini, kami mengundang banyak orang,.. mereka adalah para Wali Murid. Nampaknya rata-rata sekolah di Batang Hari mengagendakan kegiatan rutin setiap akhir semester dan akhir tahun – pembagian Raport Nilai Siswa- serempak pada hari ini. Saya sendiri juga cukup kerepotan hari ini, antara kegiatan membagikan raport untuk anak didik, dengan mengambil raport untuk dua orang anak sendiri yang berbeda Sekolahnya. Terpaksa berbagi tugas dengan Guru lain untuk Sekolah SMK Kosgoro, saya mengambil Raport untuk anak di SMA I Batang Hari, dan Ibunya mengambil Raport untuk anak yang di SD 47/I Teratai. Wuihh…. lumayan juga ya … !

Nah, Bagaimana dengan Anak Didik saya sendiri yang di SMK Kosgoro ? Tentu diantara mereka ada yang puas dan ada yang tidak. Bagi yang mendapat nilai bagus, tentu puas dan bergembira. Bagi yang hasilnya minim, tentu juga harus mawas diri, pandai-pandai berkaca, temukan dengan pasti dimana masalahnya, dan jangan sesekali mencoba menyalahkan orang lain. Apalagi pada semester lalu sempat saya dengar keluhan dari teman saya, seorang wali murid di sekolah lain, bahwa anaknya mengatakan, nilainya jelek karena sang Ayah tidak mau membelikan Motor untuk berangkat sekolah, sehingga sering terlambat, badannya capek,  dan Nilainya jelek.  Ooooiii… mantap nian anak sikok iko,…..Akhirnya sang Ayah walau dengan susah payah berusaha membelikan Sepeda Motor untuk anaknya.

Terus pertanyaannya, bagaimana hasil dari “perlengkapan dopping Sepeda Motor” baru itu untuk anaknya pada nilai ujian semester ini ? Ternyata sore tadi saya bincang-bincang dengan ayahnya, dan hasilnya : ….. semester ini anaknya masih cinta sama kelasnya yang lama alias  “Tidak Naik Kelas……”.

Wuaduh…  neng kene rusake, kata Ayahnya…….

Pesan untuk semua anak didik saya, …. terbukti bahwa  Naik Motor tidak ada hubungannya dengan Naik Kelas. Naik motor atau tidak, yang penting Anda sebagai Siswa memiliki kewajiban untuk menjalani pendidikan sekolah dengan benar dan penuh tanggung jawab. Ukuran sukses anak sekolah bukan pada naik motor atau tidak naik motor, tetapi terletak pada hasil yang dicapai dalam menjalani proses pendidikan di sekolah berupa perbaikan dan peningkatan aspek afektif (sikap),  kognitif(pengetahuan),  dan psikomotorik (keterampilan).  Pikirkanlah, sudah seberapa baik kalian bertanggung jawab terhadap tugas kalian sebagai Siswa / pelajar ?

SEKOLAH SWASTA DAN PROBLEMATIKANYA.

0

Jk_Ksg, 10 Juni 2012.

     Lembaga Pendidikan Swasta (Baca : Sekolah Swasta),  artinya  Lembaga  Pendidikan yang  sebagian besar sumber pendanaan  kegiatan operasionalnya berasal dari lembaga swasta, biasanya penyandang dana ini  berpayung hukum,   dapat berbentuk sebuah Yayasan, atau sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM), atau organisasi / badan keuangan tertentu dari luar negri.

     Tujuan pendirian sebuah Lembaga Pendidikan / Sekolah Swasta dapat bermacam-macam, tergantung siapa atau organisasi apa yang menaunginya. Namun secara umum biasanya bertujuan sbb :

  1. Turut berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa ( umum sekali ya.. ?)
  2. Menyediakan wadah untuk menampung para siswa  yang karena sesuatu sebab, tidak diterima di Sekolah Negri
  3. Menyediakan wadah bagi para tenaga pendidik yang tidak dapat mengajar di sekolah negri karena berbagai sebab (Usia, kesempatan/waktu, dan lain-lain sebab, termasuk koneksi dan nasib…???)
  4. Mencari legitimasi  sebuah “lembaga bisnis” yang disamarkan  ( sebagian kecil saja yang begutu…)

     Namun, apapun tujuan dan motif pendirian sebuah sekolah swasta, kita harus juga objektif menilai sisi baiknya. Bayangkan, di seluruh Indonesia ini, berapa ratus ribu siswa  sih, yang dapat ditampung di Sekolah Negeri setiap tahunnya ?  Nah, sisanya mau dikemanakan kalau tidak ada sekolah swasta ? sementara harus kita sadari bahwa ada rasa minder bagi seorang siswa yang karena sesuatu sebab sehingga tidak masuk ke sekolah negri, untuk menunggu tahun depan test  lagi.  Pilihannya adalah sekolah negri yang lain (kelas dibawah sekolah tujuan asal ; biasanya karena kurang favorit atau karena faktor jarak yang jauh agak ke pelosok), atau megambil pilihan lain yaitu masuk sekolah tahun ini juga tetapi di sekolah swasta.

(more…)

Seni Budaya Batang Hari

0

Pencak Silat , mengandung  unsur Seni, budaya dan olah raga.

Yang ini pencak silat ala Batang Hari, biasanya ditampilkan dalam acara penyambutan pengantin..>>

http://www.youtube.com/watch?v=NmLav6oeWqQ&feature=plcp

http://www.youtube.com/watch?v=9cxcxB0jobE&feature=plcp

Angin Segar Untuk Guru Sertifikasi Sekolah Swasta.

0

Jk_Ksg. 4 Juni 2012.

Hari ini beberapa teman yang mengajar di beberapa sekolah swasta nampak sumringah,… bukan tanpa sebab. Mereka yang beruntung sudah duluan ikut PLPG dan dinyatakan lulus tahun 2011 lalu, sudah turun SK Dirjen nya. Bukan sekedar SK Dirjen itu yang membuat cerah wajah mereka, tapi disuruh ngumpulkan Copy Rekening itu lho,…. wah, bakal ada yang akan menggemukkan rekening nih….

Semoga saja, dengan akan masuknya pendapatan tambahan dari Tunjangan sertifikasi, maka bertambah pula semangat dan kinerja para Guru Swasta di Indonesia ini. Mari kita beri contoh yang baik kepada teman-teman yang belum masuk kuota, semoga mereka bersabar dan tetap semangat. Tinggal menunggu waktu, mereka akan dapat giliran juga.

Murid Payah dan Ujung Pena..

0

Jk_Ksg, 03 Juni 2012

Kisah ini berasal dari sebuah dusun di kampung saya , (dimana ya .. ? sudah lupa, habis lama tdk pulang kampung…)

Dulu, ada seorang Ibu Guru yang memang rajin mengajar. Tidak ada jam mengajar pun mau datang karena memang hobi mengajar, apalagi absen jalan terus, … wah honor kehadiran bisa buanyaaak nih…maklum mengajar di sekolah swasta.

Tapi ada yang sering bikin siswa jengkel,… killer alias galaknya itu…..

Ada seorang siswa yang memang tingkahnya membuat kesal dan sering membuat Guru hilang kesabaran,… Sudah jarang bayar SPP, penampilan dekil, agak tengik bau badannya, malas , dan ditambah lagi sebagai pelengkap : .. Goblok..atau kalau bahasa Jambinya, Lolo…..! lengkap sudah “Keunikan” siswa ini, pokonya lain dari siswa kebanyakan.

Banyak guru yang mengeluh dan kesal dibuatnya. Ibu Guru yang satu ini kalem tapi ganas. Suatu pagi …..

Ibu Guru : Hai tengik,… sini kamu..! mana PR minggu lalu dan tugas bulan lalu yang Ibu berikan kepada kamu ..??

Siswa        : Belum selesai Bu, habis setiap saya mau kerjakan,  yang keluar dari otak saya hanya bayangan muka masam  ibu, …..jadi…saya susah konsentrasi..

Ibu Guru : Dasar kamu, … mau jadi apa nanti.  Kalau tak selesai juga besok pagi, kamu tak akan lulus, nasib kamu ada di ujung pena saya…

Siswa        : Wuah…Pasti waktu sekolah dulu  Ibu model nya seperti saya ini,…. sehingga nasib ibu ditulis jelek oleh Guru nya Ibu dulu… ngak akan bisa kaya……

Ibu Guru : Dasar  otak ikan betok,… duri semua di kepalamu…awas kamu ya… !!! (sambil bibirnya manyun tanda kesal )

Banyolan Konyol ..

0

……………… dari Salam Rimba Indonesia >>

Murid Yang Lebih Pintar Dari Kepala Sekolah….
Kepala Sekolah adalah sosok yang memiliki kemampuan memimpin sebuah sekolah. Dan murid adalah seseorang yang dididik di satu lembaga pendidikan atau sekolah. Jadi dalam garis besar, murid tidak akan lebih pintar dari Kepala Sekolah. Tetapi apa yang terjadi apabila murid lebih pintar dari Kepala Sekolah?  Simak kisahnya :

 

Agung  baru masuk SD kelas 1, hari pertama dia sudah protes sama Ibu guru.

”Bu, saya seharusnya duduk di kelas 3.“

Bu Gurunya heran, ”kenapa kamu yakin begitu?“

Agung  menjawab dengan mantap, ”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang duduk di kelas 3.”
Akhirnya bu guru membawa Agung  ke ruang Kepala Sekolah. Setelah diceritakan oleh bu guru, Pak Kepala Sekolah mencoba menguji Agung  langsung dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD.

Kepala Sekolah : ”Berapa 16 dikali 26?“

Agung  : ”416“

Kepala Sekolah : ”Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?“

Agung  : ”1825 -1830“

Kepala Sekolah : ”Siapa penemu lampu bohlam?”

Agung  : ”Thomas Alpha Edison

Kepala Sekolah : ”Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?“

Agung  : ”Omnivora

Setelah beberapa pertanyaan, Pak Kepala Sekolah bilang ke Ibu Guru, ”kelihatannya Agung  memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3.

Tapi Ibu Guru belum yakin, ”coba saya tes lagi Pak Kepala Sekolah”, kata Bu Guru.

Ibu Guru : “Benda apakah yang huruf pertamanya K, huruf terakhirnya L yang bisa menjadi tegang, bisa lemas?”

Mendengar pertanyaan bu guru, pak Kepala Sekolah melongo kaget!!

Agung  : “KetapeL

Ibu Guru : “Ok, sekarang… apakah yang huruf pertamanya M, huruf terakhirnya K, di tengah benda itu ada kacangnya?”

Pak Kepala Sekolah makin melongo sambil melap keringat di jidatnya.

Agung  : “MartabaK

Ibu Guru : “Oke, berikut. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan berulang – ulang, huruf pertamanya M, huruf terakhirnya I?”

Pak Kepala Sekolah makin salah tingkah mendengar pertanyaan Ibu guru.

Agung  : “Menggosok gigI

Bu Guru : “Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhirnya T?”

Pak Kepala Sekolah  Jidatnya berkeringat dan agak megap-megap  mendengar pertanyaan Ibu Guru yang terakhir ini, pikirannya agak “ngeres”.

Agung  : “Nonton MidnighT

Sebelum Ibu Guru melanjutkan pertanyaannya, … tapi Pak Kepala Sekolah memotong, ”Ibu Guru, Agung  dimasukin ke universitas aja, saya aja dari tadi salah terus jawabnya...”

 

Go to Top