Jk-Ksg, 19 Nov 2012.

 

 

Cuaca akhir-akhir ini, cukup menyulitkan bagi banyak pihak. Beberapa bulan lalu kekeringan extrim, dan akhir-akhir ini curah hujannya yang extrim. Segala sesuatu yang “melebihi dosis” memang cukup merepotkan, bahkan membahayakan.

Dalam kaitannya dengan pencaharian masyarakat Kabupaten Batang Hari yang sebagian besar adalah petani-pekebun, cuaca ini sungguh membuat kondisi sulit. Bagi pekebun Karet misalnya, beberapa bulan lalu kekeringan menyebabkan daun rontok, terus ganti daun muda, dan pasti getah tidak menetes. Saat ini daun mulai normal , tetapi hujan yang datang hampir setiap hari membuat mereka tidak dapat menjalankan aktifitas “motong para” nya.  Sementara bagi pekebun Kelapa Sawit, ditambah lagi satu masalah yang tak mampu mereka kendalikan ; Harga yang anjlok Rp 400,-  s/d Rp. 500,- per kg nya ! untuk upah panen dan transport buah saja tidak cukup.

Kepedihan saudara kita para petani ini tentu akan bertambah, apabila anak-anak mereka yang sedang bersekolah/ kuliah tidak juga mau memahami keadaan. Sudah tau keadaan ekonomi sedang repot, masih juga tidak terkendali dalam penggunaan anggaran. Jajan masih gila-gilaan, gaya harian masih saja “sok orang berada” dengan berbagai perlengkapan dan atribut yang tidak mau ketinggalan sedikitpun.

Semoga saja anak-anak kita dapat mencoba memahami keadaan ini, dan mudah-mudahan segalanya cepat kembali normal.