Archive for October, 2020

Wabah Lagi,…Wabah Lagi…

0
Posting asli : 21 Agustus 2020

 

Mungkin sudah lama terjadi didaerah lain, tetapi di daerah kami paling-paling baru sekitar 6 bulan terakhir ini gejalanya terlihat….selain wabah Corona Virus, ternyata juga ada wabah lain : demam Aglonema dan Caladium.

Kalangan Ibu-ibu belakangan ini sedang ngebet memenuhi pekarangan atau teras rumahnya dengan berbagai jenis tanaman keladi hias, baik dari Famili Aglonema ataupun dari jenis Caladium. Pokoknya siap kucurkan anggaran khusus untuk memburu tanaman jenis ini.

Apakah berubah selera tidak bagus?…adakah yang salah dengan ini ?…tentu saja tidak ada yang salah selagi kita memang paham dengan itu, fokus dan konsisten  Hanya saja kalau saya amati kita ini seringkali terkesan ikut-ikutan, tidak konsisten….Kata Mbah saya : “ Mbuh opo kuwi,.. sing penting melu wae…” padahal kurang mengerti dengan apa yang diikutinya.

Kita tarik kebelakang,..beberapa tahun lalu pernah juga demam Anthurium, Gelombang Cinta ,… dan entah apalagi nama kerennya yang notabene harganya cukup fantastis, tetapi kemanfaatannya tidak sebesar itu. Dia hanya menjadi “symbol kemapanan” bagi kalangan tertentu. Celakanya symbol kemapanan itu bukanlah sesuatu yang memang sudah menjadi indikator umum yang sudah berlalu lama, tetapi memang secara temporer “diciptakan” oleh kalangan pebisnis untuk menciptakan peluang dan mengembangkan jaringan bisnis baru. Dilihat dari kacamata bisnis, ini sah-sah saja, bahkan bagus untuk menggerakkan perekonomian. Yang mungkin keliru itu adalah beberapa dari kita yang sebenarnya belum layak tapi memaksa melayakkan diri untuk ikut trend tapi pengetahuan tentang hal baru itu masih belum cukup.

Beberapa tahun sesudah Anthurium itu, muncul lagi wabah “Batu Akik” yang menggemparkan dunia per-batua-an. Semua yang berbentuk batu termasuk batu dijalanan atau bahkan batu kuburan dicungkil orang untuk diolah dan dijual.

Gejala demam Anthurium, batu akik, dan banyak lagi lainnya sangat ramai dan heboh pada saat awalnya, perputaran uang sangat besar untuk itu, dan begitu cepat meyebar. Sayangnya keduanya bernasib sama pada endingnya…setelah demam ini menyebar begitu dahsyat baru orang menyadari ternyata manfaatnya tak sedahsyat harganya. Sangat besar pula kerugian yang diderita oleh pemain-pemain yang baru mulai tanpa menyadari bahwa gejala demamnya telah mulai menurun. Berapa banyak aset yang akhirnya terbengkalai.

Kembali ke urusan Aglonema tadi,.. saya bahkan menebak-nebak kalau banyak diantara kita ini yang telah terkena demam tetapi belum tau juga jenis demamnya. Mungkin saja masih banyak yang sulit membedakan kelompok tanaman keladi hias ini, sekilas nampak mirip. Tapi sebenarnya kalau ditinjau dari sisi taksonomi tumbuhan dia berasal dari Famili yang berbeda.

Bukan saya bermaksud sinis. Hobi dan pandangan orang memang lain-lain. Manusiawi dan tak ada yang salah dengan itu. Kalau dibilang hanya karena tak ada anggaran untuk itu,.. ya memang benar karena saya tak akan sediakan anggaran untuk itu, tetapi Jika ada anggaran lebih tentu akan saya pergunakan untuk belanja modal atau dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat lebih produktif.

Saya khawatir urusan demam aglonema ini akan bernasib sama. Maka saya hanya mengingatkan bahwa kita boleh ikut trend tetapi jangan berlebihan. Yang namanya trend pasti gegap gempita tetapi tak bertahan lama, akan selalu berganti dengan trend yang baru.

Ini beberapa contoh tanaman hias yang sedang mewabah :

  1. Aglonema :

 

           

 

 

  1. Caladium

           

 

         

 

SELAMAT HUT-RE yang ke 75. Tetap Merdeka, tetap berkarya dan jaga semangat dalam menghadapi segala bentuk wabah. …MERDEKA..!!

(Maaf.. tulisan dibuat 17 Agustus 2020 lalu, hanya belum sempat Upload)….

Sumber Gambar : http://komunitastales.blogspot.com/2017/05/mengenal-sedikit-tanaman-aglonema.html

SELAMAT IDUL ADHA 1441

0
Posting asli : 31 Juli 2020

 

Segenap Keluarga Besar SMK Kosgoro Muara Bulian mengucapkan :

 

“SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441”

 

Semoga menjadi berkah bagi kita semua.

 

PPDB ONLINE SMK KOSGORO MUARA BULIAN

0
Posting asli : 8 Juni 2020

 

 

Pendaftaran dibuka mulai 15 Juni 2020, setiap hari kerja dan dilakukan secara online, Bagi Calon Peserta didik Baru yang akan mendaftar dipersilahkan download dan mengisi formulir berikut ini :

formulir_ppdb_smk-kosgoro_rev.xlsx

Setelah diisi, mohon untuk dapat dikirimkan ke email :

  1. kosgoromabulian@gmail.com
  2. masjokolaksono@gmail.com

“New Normal” dan Persiapan Menghadapinya

0
Posting asli 27 Mei 2020

 

Terkait dengan topik “New Normal” yang sedang trending akhir-akhir ini, saya tertarik pada sebuah tulisan yang saya lansir dari sebuah WAG “NAMBAH ILMU” yang saya ikuti. Walaupun ada sedikit tersirat promo perusahaan tertentu disitu, tapi itu sah-sah saja, yang lebih penting adalah buah pikirannya. Ada juga info prediksi bidang-bidang usaha yang terdampak dan prediksi peluang usaha yang akan berjaya. Ini berguna untuk kita pikirkan dan kaji-suai , barangkali berkaitan dengan usaha yang sedang kita jalani.

Begini tulisannya :

==========================================================================

INILAH GAMBARAN APA ITU HIDUP DI ZAMAN NORMAL BARU. LALU BAGAIMANA CIPTAKAN OPTIMISMENYA

Tulisan dibawah hanyalah hasil upaya kopas disana sini  Agar kita semua SIAP LAHIR BATIN MENGHADAPI KEHIDUPAN YG BAKAL BENAR BENAR BARU  Kita harus mengubah diri kita sendiri. Bismillahirrohmaanirohiim.

Awas tulisan ini panjang sekali. Lama bacanya. Niatkan dulu mau menyisihkan waktu

SAYA BAGI 3 BAGIAN

  1. 1  Pendahuluan.
  2. Kupas tuntas New Normal Sutuation
  3. OPTIMISME.

 

I. BAGIAN PERTAMA, ERA DISRUPTIF.

Belum tuntas kita mempersiapkan diri bagaimana mengahadapi  zaman disruptif, atau zaman yang tidak  jelas, zaman amburadul, sehingga terjadi yang aneh-aneh. Contoh yang mudah, misalnya kasus taxi, sebutlah merek Blue Bird. Perusahaan ini terkenal, luas, menguntungkan. Tapi tiba-tiba harus terkalahkan oleh Ojeg Online atau Gocar. Yang hanya baru berdiri dua atau tiga tahun saja. Sementara Blue Bird mungkin sudah seperempat abad lebih. Bisa terkalahkan.

Ada lagi yang heran., misalnya kita mempunyai perusahaan angkutan kota. Logika kita, makin menuju ke tahun depan harusnya semakin untung, karena ongkos angkut bertambah mahal, tetapi malah merugi, karena ongkos ojeg online lebih murah. Sehingga pelanggan lari semua.

Apa yang membikin kita terbelalak?. Blue bird itu punya segalanya, Supir, Pul Taxi, Supir-supir, bengkel dana lain lain. Sementara perusahaan Grabb, Gojek tak punya taxi, tak punya supir, tak punya bengkel, dalam dua tahun mencapai triliyunan? Sungguh fantastis. Inilah zaman tak jelasnya, kok bisa begitu? Kira-kira seperti itu keadaan disruptif itu.

Kemudian perusahaan travel, yang semula lancar mendapatkan pelanggan, kini pelanggan lebih memerlukan perusahaan travel online. Mang Engkoes merasakan, saat ke Italy, mulai pesan tiket, hingga hotel di Firenze  Italia, juga taxi, cukup satu tempat, semua terlaksana  begitu mudah. Akibatnya, perusahaan travel konvensional, taxi konvensional, benar benar berjatuhan menuju kebangrutan. Demikian gambaran kacaunya, era disruptif itu.

Tapi dibalik kesulitan zaman disruptif itu, selalu ada kemudahan, maaf yang Mang Engkoes rasakan dua hal saja misalnya:

  1. Ongkos transportasi menjadi murah. Bayangkan mimpi apa saya, naik motor ojeg dari pasar Ciputat ke Kampus ITB Ahmad Dahlan, hanya Rp .2000 rupiah. Murah aman yah.
  2. Zaman di Belanda untuk membeli buku, mahal sekali Rp 200.000,00 minimal, serta harus pesan ke Amerika, hingga satu Bulan. Zaman sekarang dengan klik Pdf,. Drive, maka buku apa, gratis, ada dua juta judul buku lebih. Begitu mudah kita ambil.

 

Selanjutnya. Kita kupss tuntas gambaran zaman normal. Terahir  sebuah solusi buat membangun optimisme.

 

II. BAGIAN KEDUA

INILAH KUPAS TUNTAS Apa ItuThe New Normal

Saya kopas kiriman teman tanpa nama ;

INILAH CATATAN TENTANG THE NEW NORMAL

Durasi pandemi covid -19 diprediksi akan berlangsung dalam jangka hingga 1-2  tahun ke depan (sesuai prediksi dipasarkannya vaksin). Dulu, depresi 1929 dampaknya berlangsung s/d 6 tahun.

Business yang akan booming:

  1. Life Insurance,
  2. E-commerce,
  3. Networking Business/MLM,
  4. Remote working
  5. Logistic
  6. Online schooling
  7. Webinar/online training
  8. Netflix, Indihome
  9. Telecommunication
  10. Telemedicine
  11. Cleaning services
  12. Wellness
  13. Medical equipments
  14. Home entertainment
  15. Online Transportation

Business yang akan terpuruk:

  1. Hotel,
  2. Travel,
  3. Bioskop,
  4. Mall,
  5. Retail,
  6. Entertainment,
  7. Property
  8. MICE (Meeting; Incentive, Convention & Exhibition),
  9. Persewaan kantor,
  10. Restoran (tidak ada Dine in).

 

Benefit

  1. Work life balance – productivity meningkat
  2. cost efisien & produktif
  3. Karyawan bersedia dibayar lebih murah
    • Website harus jadi e-commerce,
    • Hotel akan food delivery juga,
    • Martha Tilaar dari kosmetik berubah menjadi hand sanitizer — survival modenya,
    • Es teler 77 saat ini akan masuk ke bisnis Frozen food,
    • Lippo mall/hotel difungsikan ke rumah sakit Karena memiliki RS Siloam yang sudak memiliki kompetensinya dalam rangka peningkatan omzet ke Business yang lagi trending,
    • Ruang guru & zoom semakin booming, cloud juga.
    • Makin banyak perusahaan akan mencari survival mode agar dapat cash flow. Ini akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

 

Sejauh vaksin belum ditemukan kita akan ragu. Nanti pesawat akan adaptasi beri jarak 0.5 mtr, bioskop juga akan jadi separuh kursinya.

Perusahaan yang belum masuk digital harus bagaimana??

  1. Arahnya ke cloud, IT as services. Masalah capability
  2. Jualan lewat socmed
  3. Model Direct Business to Consument akan semakin ngetrend, seperti “Life Insurance” yang selama sudah familiar dengan model bisnis direct business to consument .
  4. Kalbe akan bangun Marketplace sendiri. Karena mengalami deepening & widening.
  5. Produsen harus mengembangkan channelnya sendiri. Modal nyawa perusahaan di data nya. Mereka harus memiliki big data sendiri.
  6. Marketplace seperti tokopedia, blibli, shopee, lazada etc akan semakin berkembang.

Dalam waktu 1 bulan dipaksa belanja online.

Strategi marketing di era covid & building branding u/ Business yang lagi bagus, mereka harus empatik. CSR harus kuat, giving, memberikan solusi. Jangan hard sell. Spiritnya membantu.

Bagi yang businessnya kurang bagus masuk ke survival mode atau pivot seperti Martha Tilaar. Lippo mall/hotel.

Semakin besar, semakin sulit berubah. Contoh:

  • Garuda 👉🏻 cargo;
  • Food 👉🏻 online delivery.
  • Toyota & Astra etc untuk survive tidaklah mudah, ada yang mati, ada yang survive.
  • UKM gampang pivot ke jualan nasi goreng dll.
  • Konsumen akan hold spending untuk jaga² kebutuhan yang essential seperti grocery, kesehatan & higienitas.
  • Segmentasi pemenuhan kebutuhan pasar. Walaupun big discount konsumen masih tahan spending. Termasuk perusahaan menunda bayar supplier. Kelangsungan hidup menjadi yang utama.
  • Sekolah sudah mulai online course termasuk konsumen.

 

Tips:

  1. Jangan berpikir pandemi ini sementara, ini mirip katak yang di kuali yang airnya dipanaskan… Karena ini bisa 1 -2 tahun menurut Jack Ma, Bill Gates, Paul Romer, Yuval Harari, etc.
  2. Business yang terpuruk harus cari survival mode atau model bisnis baru.
  3. Business yang booming harus branding & soft selling, jangan hard selling.
  4. Makhluk yang bisa survive bukan yang paling besar/kuat/kaya tapi yang paling bisa beradaptasi ( Teori Darwin).
  5. Hadapi & terima kenyataan.
  6. Fokus pada hal yang mungkin dilakukan.
  7. Up grade diri untuk bisa beralih dari offline selling ke online selling.
  8. Bantu mereka yang harus dibantu, peduli dan berbagi.
  9. Everything is changing; a new system is coming!

 

SETELAH MEMBACA SEMUA ITU. SAYA AJUKAN DUA SIKAP MEMBANGUN OPTIMIS.

Inilah satu saran awal  dari Koesmawan. Yaitu dengan cara. Sbb:

 

III. BAGIAN KETIGA

MENCARI DAN MENEMUKAN OPTIMISME DI ZAMAN NORMAL BARU

Hingga saat ini, baru dua hal yang membuat saya  optimis, menghadapi Zaman Normal baru ini. Saya yakin, masih banyak pembaca yang sudah mengumpulkan hal-hal yang menyebabkan kita optimis. Inilah yang baru saya miliki:

 

_i.Pertama Optimisme janji Allah SWT asal tetap dekat padaNYA

Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS az-Zumar: 53- 54).

Kita merasa seolah melampaui batas atas presepsi kita terhadap situasi Covid-19 ini, kemudian kita juga merasa cemas menghadapi akan datangnya masa  Normal Baru yang tak  menentu ini. Namun Allah SWT mengingatkan kita agar “ Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah”. Keyakinan ini yang harus terus dipupuk untuk bisa bangkit dari kesusahan ini. Rasa optimis dan tidak akan berputus asa dari Rahmat Allah. Insya Allah membuat kita bertahan. Allah Berfirman, Bersama kesulitan itu, selalu ada kemudahan. Maka dibalik kesulitas selalu ada kemudahan.

 

_ii.Kedua. Kesadaran akan energi baru dan terbarukan

Alhamdulillah, inilah optinisme Mang Engkoes yang kedua, yakni sudah menemukan jalan, disaat energi fosil akan berakhir, saya dan teman-teman di _PT FID (PT Ffaireness Indonesia Daya)   lihat _www.Ffaireness Indonesia Daya,  telah memulai mengembangkan energi baru dan terbarukan, khususnya Panel Surya. Maha Besar Allah, PT FID ini telah memulai untuk membudayakan bahwa bangsa ini tidak bergantung lagi kepada energi fosil, sehingga diprakirakan tahun 2050, Indonesia 100% tak bergantung energi fosil lagi. Semoga kesadaran tentang energi baru ini didukung oleh, semua pihak dan mau melaksanakan diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi `dan indeksasi secara kosekuen.

Pengalaman Mang Engkoes dalam kapasitas penggiat energi baru, berkunjung ke Perth W.A. Ke Florence Italia, Singapura,  Ke Shanghai China dan Melbourne Victoria AU, membawa kesan, disana kesadaran energi baru dan energi terbarukan sudah terus dipupuk bahkan sangat memasyarakat.  Menurut Sri Mulyani, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6%, membutuhkan perkembangan energi hingga 12%. Oleh sebab itu, melaui diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi, dan indeksasi energi, maka Insya Allah alternative energi pengganti akan ditemukan dan ini meringankan umat manusia menghadapai masalah energi setelah tahun 2030.

 

iii. Mengubah paradigma

Innalloha laa yughoyiruu maa bikaumim. Hatta yughoyiruu maa biamfusim. ( Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum. Kecuali  siap mengubah paradihma. Cara berpikir dan cara memutuskan.

Maha Benar Allah dengan Segala Firmanya)

Kepada semua  yang pembaca tulisan, saya berharap, teman teman terus memikirkan hal hal yang membuat kita optimis menghadapi zaman Normal baru. Semua itu harus kita pikirkan bersama. Energi hanyalah salah satu saja yang membuat kita optimis. Insya Allah teman-teman di WAG ini pasti akan menemukan butir-butir optimisme dalam bidang lain. Saran ini hanyalah pemicu saja. Semoga.

Covid-19 Vs Teori Konspirasi

0
Posting asli 26 Mei 2020

 

Beberapa tahun lalu saya pernah menulis tentang trend batu akik, pesatnya tingkat preferensi masyarakat dan massifnya perkembangan jaringan perdaganganya, (baca disini)

Belajar dari pengalaman sebelumnya, banyak kasus serupa yang pada akhirnya membuktikan bahwa sesuatu yang  “terlalu cepat” seringkali merupakan hasil dari konspirasi bermotif ekonomi. Kelompok-kelompok tertentu mengambil keuntungan yang sangat besar dari hal-hal seperti itu. Saat itu memang kebetulan terbukti beberapa bulan kemudian. Tapi saat itu saya tidak memiliki data yang kongkrit dan akurat, hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman.  Saya sadari memudian bahwa itu tidak tepat.

Belakangan ini dibanyak media kita sering mendengar tentang kemunginan adanya konspirasi dibalik wabah yang melanda dunia saat ini. Berbagai dugaan dan opini publik memang sah-sah saja. Saya sendiri tidak berani berkomentar mengenai ini; selain memang bukan merupakan orang yang tau persis kondisi ini, tidak berwenang memberikan keterangan dan penilaian, serta tidak memiliki data akurat.  sebaiknya kita berbicara berdasarjkan data.

Jika kita merujuk pada web resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia yang dapat kita baca disini   , data per 25 mei 2020, dapat kita lihat sebagai berikut :

 

Sumber : https://covid19.go.id/peta-sebaran

Dari data yang disajikan, angka jumlah korban ini tak main-main, dan tentunya menghabiskan sumberdaya yang besar sekali dalam penanganannya.  Kita turut berduka dan prihatin atas korban yang jatuh dan pasien penderita beserta keluarganya. Dalam kondisi seperti ini rasanya kurang bijak kalau kita melontarkan tuduhan atau hanya sekedar opini yang terkesan menyepelekan masalah ini. Banyak juga orang-orang yang mencurahkan pendapatnya, yang katanya berdasarkan pengalaman dirawat sebagai korban covid-19 sehingga tau persis dan merasakan proses penanganan selama masa isolasi dan obat-obatan yang diberikan. Ini saya baca dari forward beberapa group WA. Dari tulisannya, saya menduga yang bersangkutan sedikit mengerti menganai jenis-jenis obat-obatan dan fungsi utamanya. Intinya yang bersangkutan berpendapat bahwa Covid-19 sama saja dengan beberapa jenis flu biasa, sehingga penanganan pengobatannya juga sebagaimana penangana flu biasa; istrirahat total, antibiotik, vitamin c, dan beberapa jenis obat pereda nyeri. Yang luar biasa adalah “gaung” dari penyakit ini dan pobhia masyarakat yang berlebihan. Demikian bunyi tulisan itu.

Saya kira kita semua sudah merasakan kesulitan dalam berbagai bidang kehidupan akibat kondisi belakangan ini; sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan yang paling parah dari sisi kebutuhan dasar yang turut terganggu. Menyikapi kondisi ini, saya sendiri berpendapat bahwa memang kita tak perlu ketakutan berlebihan, akan tetapi wajib hati-hati dan waspada. Sekecil apapun yang namanya penyakit kalau sudah menyerang pasti akan mengganggu aktivitas dan menyita waktu dan sumberdaya lainnya. Yang paling pasti adalah kita merasa tidak nyaman. Apalagi untuk kasus pandemi berskala internasional seperti ini maka kita wajib waspada. Kita kadang-kadang baru menyadari bahwa kesehatan itu adalah nikmat yang luar biasa apabila sedang sakit.

Kalaupun kita tidak mampu berbuat banyak untuk  membantu, paling tidak kita menjaga diri dan keluarga, dan menahan diri untuk tidak turut menyebarkan berita yang belum tentu benar sumbernya dan tak bisa dipertanggung jawabkan. Ini hanya akan menambah bingung dan resah masyarakat luas.  Mari tetap semangat dalam kondisi sulit ini….!!!

Tutorial Routerboard Mikrotik-Bagian 1 (Pengenalan Inteface)

0
Posting asli 09 Mei 2020

 

 

Implementasi SE Mendikbud No 20 Tahun 2020 dan Problematikanya

0
Posting asli 28 April 2020

 

Terkait dengan pandemi Covid-19, Mendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan (lihat disini) dan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)> (lihat disini).

Munculnya kebijakan tersebut menurut kami, tentu telah melalui berbagai pertimbangan yang masak dan jelas untuk tujuan kebaikan bersama. Akan tetapi memang kita semua menhetahui bahwa ini muncul disebabkan oleh sesuatu yang tidak pernah diduga dan tentu mengakibatkan dalam pelaksanaannya juga cenderung tidak siap.

Bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari kementerian, dinas pendidikan, sampai tingkat satuan pendidikan, guru, siswa, hampir semuanya tidak siap dengan kondisi ini. Kami guru dan siswa juga dihadapkan pada beberapa kesulitan teknis dalam pelaksanaannya, karena memang belum cukup persiapan dan instrumen pendukung untuk itu.

Beberapa hal yang menurut saya menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program belajar jarak jauh ini antaralain :

  1. Ketidak siapan atau ketidak seragaman “kurikulum” ,.. belum ada bentuk baku yang bisa dipedomani. Jadi bisa dipastikan dalam pelaksanaannya bisa saja berbeda antar sekolah, bahkan antar guru. Ada kecenderungan guru lebih banyak memberikan beban tugas, bukan diskusi. Ini menyulitkan bagi siswa.
  2. Skill. Dari sisi guru dan siswa, juga masih banyak yang belum terbiasa atau bahkan belum pernah menyentuh aplikasi daring, mereka harus belajar keras untuk itu dan ini bisa mengakibatkan tekanan psikis yang hebat.
  3. Dari sisi sarana-prasarana dan infrastruktur lain yang belum merata. Tidak semua siswa dan wali murid mampu mengadakan perangkat dan paket datanya. Kalaupun mampu, ternyata saat ini masih banyak juga wilayah yang belum terjangkau jaringan LTE, 3G atau 4G.
  4. Tambahan beban ekonomi. Dengan pelaksanaan program ini, pasti menambah beban anggaran rumah tanga (listrik, paket data, dan lainnya) yang bagi sebagian orang akan sangat memberatkan.
  5. Kesiapan mental. Resiko kejenuhan pasti akan terjadi bagi siswa dan juga guru. Pola yang masih acak belum ada “pakem” yang baku menuntut guru dan siswa mencari cara yang pas. Komunikasi yang terbatas akan dapat menyebabkan kejenuhan.

Banyak lagi hal-hal yang menjadi kendala. Tetapi ini memang situasi darurat, maka memang dibutuhkan sinergi dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi secara bertahap. Jangan terlalu banyak tuntutan dalam situasi ini. Kesehatan dan keselamatan semua orang diatas kepentingan lainnya. #Semoga kondisi ini cepat normal.

Faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar

0
Posting asli 17 November 2019

 

 

Sekolah merupakan salah satu organisasi pendidikan yang dapat di katakan sebagai wadah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Keberhasilan pendidikan di sekolah bergantung pada sumber daya manusia di sekolah tersebut.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, faktor satu dan yang lainnya saling mempengaruhi dan saling melengkapi untuk keberhasilan belajar. Komponen yang saling mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran tersebut dapat di ibaratkan sebuah perangkat lengkap komputer, yang mana setiap perangkat dari sebuah komputer saling mempengaruhi untuk terciptanya sebuah perangkat komputer yang lebih baik, dengan spesifikasi tertentu agar komputer tersebut dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan

  1. Komponen pertama adalah hardware, meliputi gedung sekolah,ruang kelas,laboratorium, dll
  2. Komponen kedua adalah software,meliputi kurikulum,program pengajaran, dan sistem pembelajaran
  3. Komponen ketiga adalah brainware, meliputi guru, murid, orangtua,& siapapun yang terkait dalam proses pendidikan.
  4. Komponen empat adalah netware, berkaitan dengan jaringan dan kerjasama antar guru, antar instansi, dan lembaga yang berkaitan dengan perkembangan sekolah
  5. Komponen kelima adalah dataware, mencakup keterangan jumlah murid. Jumlah guru.data lulusan.asal pendidikan guru.

Selamat Hari Raya Idul fitri 1 syawal 1440 H

0
Posting asli 04 Juni 2019

 

Assalamu’alaikum wr.wb.
Ramadhan 1440H. Telah selesai kita lalui, dari tanggal 6 Mei 2019 s/d 4 Juni 2019, alhamdulillah kita dapat melalui semua, melalui puasa romadhon ini dapat melatih iman pada diri kita agar kita dapat mencapai derajat taqwa.
Dengan berpuasa di bulan romadhon hendaknya mampu merubah diri kita ke arah yang lebih baik lagi.
Pada hari ini 4 juni 2019 puasa romadhon tahun 1440h telah berakhir.

Wahai rabb kami… terimalah puasa kami.. sholat kamii..ruku’ kami… sujud kami..tilawah kami.. pertemukan lah kami di bulan romadhon kembali.
Sesungguhnya engkau maha mendengar dan maha mengetahui.

Selamat hari raya idul fitri 1440 h. Mohon maaf lahir dan bathin.

Pelaksanaan UNBK Tahun Pelajaran 2018/2019

0
Posting asli 26 Maret 2019

 

Hari Pertama, Senin 25 Maret 2019, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Sesi 1 :

___________________________________________________________________________________________________________________

Hari Kedua, Selasa 26 Maret 2019, Mata Pelajaran Matematika

Sesi 2 :

 

 

___________________________________________________________________________________________________________________

Hari Ketiga, Rabu, 27 Maret 2019, Mata Pelajaran Bahasa Inggris :

Sesi 1 :

Sesi 2 :

____________________________________________________________________________________________________________________________

Hari Keempat, Kamis, 28 Maret 2019, Mata Pelajaran Teori Kejuruan :

Go to Top