Posting asli 26 Mei 2020

 

Beberapa tahun lalu saya pernah menulis tentang trend batu akik, pesatnya tingkat preferensi masyarakat dan massifnya perkembangan jaringan perdaganganya, (baca disini)

Belajar dari pengalaman sebelumnya, banyak kasus serupa yang pada akhirnya membuktikan bahwa sesuatu yang  “terlalu cepat” seringkali merupakan hasil dari konspirasi bermotif ekonomi. Kelompok-kelompok tertentu mengambil keuntungan yang sangat besar dari hal-hal seperti itu. Saat itu memang kebetulan terbukti beberapa bulan kemudian. Tapi saat itu saya tidak memiliki data yang kongkrit dan akurat, hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman.  Saya sadari memudian bahwa itu tidak tepat.

Belakangan ini dibanyak media kita sering mendengar tentang kemunginan adanya konspirasi dibalik wabah yang melanda dunia saat ini. Berbagai dugaan dan opini publik memang sah-sah saja. Saya sendiri tidak berani berkomentar mengenai ini; selain memang bukan merupakan orang yang tau persis kondisi ini, tidak berwenang memberikan keterangan dan penilaian, serta tidak memiliki data akurat.  sebaiknya kita berbicara berdasarjkan data.

Jika kita merujuk pada web resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia yang dapat kita baca disini   , data per 25 mei 2020, dapat kita lihat sebagai berikut :

 

Sumber : https://covid19.go.id/peta-sebaran

Dari data yang disajikan, angka jumlah korban ini tak main-main, dan tentunya menghabiskan sumberdaya yang besar sekali dalam penanganannya.  Kita turut berduka dan prihatin atas korban yang jatuh dan pasien penderita beserta keluarganya. Dalam kondisi seperti ini rasanya kurang bijak kalau kita melontarkan tuduhan atau hanya sekedar opini yang terkesan menyepelekan masalah ini. Banyak juga orang-orang yang mencurahkan pendapatnya, yang katanya berdasarkan pengalaman dirawat sebagai korban covid-19 sehingga tau persis dan merasakan proses penanganan selama masa isolasi dan obat-obatan yang diberikan. Ini saya baca dari forward beberapa group WA. Dari tulisannya, saya menduga yang bersangkutan sedikit mengerti menganai jenis-jenis obat-obatan dan fungsi utamanya. Intinya yang bersangkutan berpendapat bahwa Covid-19 sama saja dengan beberapa jenis flu biasa, sehingga penanganan pengobatannya juga sebagaimana penangana flu biasa; istrirahat total, antibiotik, vitamin c, dan beberapa jenis obat pereda nyeri. Yang luar biasa adalah “gaung” dari penyakit ini dan pobhia masyarakat yang berlebihan. Demikian bunyi tulisan itu.

Saya kira kita semua sudah merasakan kesulitan dalam berbagai bidang kehidupan akibat kondisi belakangan ini; sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan yang paling parah dari sisi kebutuhan dasar yang turut terganggu. Menyikapi kondisi ini, saya sendiri berpendapat bahwa memang kita tak perlu ketakutan berlebihan, akan tetapi wajib hati-hati dan waspada. Sekecil apapun yang namanya penyakit kalau sudah menyerang pasti akan mengganggu aktivitas dan menyita waktu dan sumberdaya lainnya. Yang paling pasti adalah kita merasa tidak nyaman. Apalagi untuk kasus pandemi berskala internasional seperti ini maka kita wajib waspada. Kita kadang-kadang baru menyadari bahwa kesehatan itu adalah nikmat yang luar biasa apabila sedang sakit.

Kalaupun kita tidak mampu berbuat banyak untuk  membantu, paling tidak kita menjaga diri dan keluarga, dan menahan diri untuk tidak turut menyebarkan berita yang belum tentu benar sumbernya dan tak bisa dipertanggung jawabkan. Ini hanya akan menambah bingung dan resah masyarakat luas.  Mari tetap semangat dalam kondisi sulit ini….!!!