Posting asli 28 April 2020

 

Terkait dengan pandemi Covid-19, Mendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan (lihat disini) dan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)> (lihat disini).

Munculnya kebijakan tersebut menurut kami, tentu telah melalui berbagai pertimbangan yang masak dan jelas untuk tujuan kebaikan bersama. Akan tetapi memang kita semua menhetahui bahwa ini muncul disebabkan oleh sesuatu yang tidak pernah diduga dan tentu mengakibatkan dalam pelaksanaannya juga cenderung tidak siap.

Bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari kementerian, dinas pendidikan, sampai tingkat satuan pendidikan, guru, siswa, hampir semuanya tidak siap dengan kondisi ini. Kami guru dan siswa juga dihadapkan pada beberapa kesulitan teknis dalam pelaksanaannya, karena memang belum cukup persiapan dan instrumen pendukung untuk itu.

Beberapa hal yang menurut saya menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program belajar jarak jauh ini antaralain :

  1. Ketidak siapan atau ketidak seragaman “kurikulum” ,.. belum ada bentuk baku yang bisa dipedomani. Jadi bisa dipastikan dalam pelaksanaannya bisa saja berbeda antar sekolah, bahkan antar guru. Ada kecenderungan guru lebih banyak memberikan beban tugas, bukan diskusi. Ini menyulitkan bagi siswa.
  2. Skill. Dari sisi guru dan siswa, juga masih banyak yang belum terbiasa atau bahkan belum pernah menyentuh aplikasi daring, mereka harus belajar keras untuk itu dan ini bisa mengakibatkan tekanan psikis yang hebat.
  3. Dari sisi sarana-prasarana dan infrastruktur lain yang belum merata. Tidak semua siswa dan wali murid mampu mengadakan perangkat dan paket datanya. Kalaupun mampu, ternyata saat ini masih banyak juga wilayah yang belum terjangkau jaringan LTE, 3G atau 4G.
  4. Tambahan beban ekonomi. Dengan pelaksanaan program ini, pasti menambah beban anggaran rumah tanga (listrik, paket data, dan lainnya) yang bagi sebagian orang akan sangat memberatkan.
  5. Kesiapan mental. Resiko kejenuhan pasti akan terjadi bagi siswa dan juga guru. Pola yang masih acak belum ada “pakem” yang baku menuntut guru dan siswa mencari cara yang pas. Komunikasi yang terbatas akan dapat menyebabkan kejenuhan.

Banyak lagi hal-hal yang menjadi kendala. Tetapi ini memang situasi darurat, maka memang dibutuhkan sinergi dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi secara bertahap. Jangan terlalu banyak tuntutan dalam situasi ini. Kesehatan dan keselamatan semua orang diatas kepentingan lainnya. #Semoga kondisi ini cepat normal.