Posting asli 27 Mei 2020

 

Terkait dengan topik “New Normal” yang sedang trending akhir-akhir ini, saya tertarik pada sebuah tulisan yang saya lansir dari sebuah WAG “NAMBAH ILMU” yang saya ikuti. Walaupun ada sedikit tersirat promo perusahaan tertentu disitu, tapi itu sah-sah saja, yang lebih penting adalah buah pikirannya. Ada juga info prediksi bidang-bidang usaha yang terdampak dan prediksi peluang usaha yang akan berjaya. Ini berguna untuk kita pikirkan dan kaji-suai , barangkali berkaitan dengan usaha yang sedang kita jalani.

Begini tulisannya :

==========================================================================

INILAH GAMBARAN APA ITU HIDUP DI ZAMAN NORMAL BARU. LALU BAGAIMANA CIPTAKAN OPTIMISMENYA

Tulisan dibawah hanyalah hasil upaya kopas disana sini  Agar kita semua SIAP LAHIR BATIN MENGHADAPI KEHIDUPAN YG BAKAL BENAR BENAR BARU  Kita harus mengubah diri kita sendiri. Bismillahirrohmaanirohiim.

Awas tulisan ini panjang sekali. Lama bacanya. Niatkan dulu mau menyisihkan waktu

SAYA BAGI 3 BAGIAN

  1. 1  Pendahuluan.
  2. Kupas tuntas New Normal Sutuation
  3. OPTIMISME.

 

I. BAGIAN PERTAMA, ERA DISRUPTIF.

Belum tuntas kita mempersiapkan diri bagaimana mengahadapi  zaman disruptif, atau zaman yang tidak  jelas, zaman amburadul, sehingga terjadi yang aneh-aneh. Contoh yang mudah, misalnya kasus taxi, sebutlah merek Blue Bird. Perusahaan ini terkenal, luas, menguntungkan. Tapi tiba-tiba harus terkalahkan oleh Ojeg Online atau Gocar. Yang hanya baru berdiri dua atau tiga tahun saja. Sementara Blue Bird mungkin sudah seperempat abad lebih. Bisa terkalahkan.

Ada lagi yang heran., misalnya kita mempunyai perusahaan angkutan kota. Logika kita, makin menuju ke tahun depan harusnya semakin untung, karena ongkos angkut bertambah mahal, tetapi malah merugi, karena ongkos ojeg online lebih murah. Sehingga pelanggan lari semua.

Apa yang membikin kita terbelalak?. Blue bird itu punya segalanya, Supir, Pul Taxi, Supir-supir, bengkel dana lain lain. Sementara perusahaan Grabb, Gojek tak punya taxi, tak punya supir, tak punya bengkel, dalam dua tahun mencapai triliyunan? Sungguh fantastis. Inilah zaman tak jelasnya, kok bisa begitu? Kira-kira seperti itu keadaan disruptif itu.

Kemudian perusahaan travel, yang semula lancar mendapatkan pelanggan, kini pelanggan lebih memerlukan perusahaan travel online. Mang Engkoes merasakan, saat ke Italy, mulai pesan tiket, hingga hotel di Firenze  Italia, juga taxi, cukup satu tempat, semua terlaksana  begitu mudah. Akibatnya, perusahaan travel konvensional, taxi konvensional, benar benar berjatuhan menuju kebangrutan. Demikian gambaran kacaunya, era disruptif itu.

Tapi dibalik kesulitan zaman disruptif itu, selalu ada kemudahan, maaf yang Mang Engkoes rasakan dua hal saja misalnya:

  1. Ongkos transportasi menjadi murah. Bayangkan mimpi apa saya, naik motor ojeg dari pasar Ciputat ke Kampus ITB Ahmad Dahlan, hanya Rp .2000 rupiah. Murah aman yah.
  2. Zaman di Belanda untuk membeli buku, mahal sekali Rp 200.000,00 minimal, serta harus pesan ke Amerika, hingga satu Bulan. Zaman sekarang dengan klik Pdf,. Drive, maka buku apa, gratis, ada dua juta judul buku lebih. Begitu mudah kita ambil.

 

Selanjutnya. Kita kupss tuntas gambaran zaman normal. Terahir  sebuah solusi buat membangun optimisme.

 

II. BAGIAN KEDUA

INILAH KUPAS TUNTAS Apa ItuThe New Normal

Saya kopas kiriman teman tanpa nama ;

INILAH CATATAN TENTANG THE NEW NORMAL

Durasi pandemi covid -19 diprediksi akan berlangsung dalam jangka hingga 1-2  tahun ke depan (sesuai prediksi dipasarkannya vaksin). Dulu, depresi 1929 dampaknya berlangsung s/d 6 tahun.

Business yang akan booming:

  1. Life Insurance,
  2. E-commerce,
  3. Networking Business/MLM,
  4. Remote working
  5. Logistic
  6. Online schooling
  7. Webinar/online training
  8. Netflix, Indihome
  9. Telecommunication
  10. Telemedicine
  11. Cleaning services
  12. Wellness
  13. Medical equipments
  14. Home entertainment
  15. Online Transportation

Business yang akan terpuruk:

  1. Hotel,
  2. Travel,
  3. Bioskop,
  4. Mall,
  5. Retail,
  6. Entertainment,
  7. Property
  8. MICE (Meeting; Incentive, Convention & Exhibition),
  9. Persewaan kantor,
  10. Restoran (tidak ada Dine in).

 

Benefit

  1. Work life balance – productivity meningkat
  2. cost efisien & produktif
  3. Karyawan bersedia dibayar lebih murah
    • Website harus jadi e-commerce,
    • Hotel akan food delivery juga,
    • Martha Tilaar dari kosmetik berubah menjadi hand sanitizer — survival modenya,
    • Es teler 77 saat ini akan masuk ke bisnis Frozen food,
    • Lippo mall/hotel difungsikan ke rumah sakit Karena memiliki RS Siloam yang sudak memiliki kompetensinya dalam rangka peningkatan omzet ke Business yang lagi trending,
    • Ruang guru & zoom semakin booming, cloud juga.
    • Makin banyak perusahaan akan mencari survival mode agar dapat cash flow. Ini akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

 

Sejauh vaksin belum ditemukan kita akan ragu. Nanti pesawat akan adaptasi beri jarak 0.5 mtr, bioskop juga akan jadi separuh kursinya.

Perusahaan yang belum masuk digital harus bagaimana??

  1. Arahnya ke cloud, IT as services. Masalah capability
  2. Jualan lewat socmed
  3. Model Direct Business to Consument akan semakin ngetrend, seperti “Life Insurance” yang selama sudah familiar dengan model bisnis direct business to consument .
  4. Kalbe akan bangun Marketplace sendiri. Karena mengalami deepening & widening.
  5. Produsen harus mengembangkan channelnya sendiri. Modal nyawa perusahaan di data nya. Mereka harus memiliki big data sendiri.
  6. Marketplace seperti tokopedia, blibli, shopee, lazada etc akan semakin berkembang.

Dalam waktu 1 bulan dipaksa belanja online.

Strategi marketing di era covid & building branding u/ Business yang lagi bagus, mereka harus empatik. CSR harus kuat, giving, memberikan solusi. Jangan hard sell. Spiritnya membantu.

Bagi yang businessnya kurang bagus masuk ke survival mode atau pivot seperti Martha Tilaar. Lippo mall/hotel.

Semakin besar, semakin sulit berubah. Contoh:

  • Garuda 👉🏻 cargo;
  • Food 👉🏻 online delivery.
  • Toyota & Astra etc untuk survive tidaklah mudah, ada yang mati, ada yang survive.
  • UKM gampang pivot ke jualan nasi goreng dll.
  • Konsumen akan hold spending untuk jaga² kebutuhan yang essential seperti grocery, kesehatan & higienitas.
  • Segmentasi pemenuhan kebutuhan pasar. Walaupun big discount konsumen masih tahan spending. Termasuk perusahaan menunda bayar supplier. Kelangsungan hidup menjadi yang utama.
  • Sekolah sudah mulai online course termasuk konsumen.

 

Tips:

  1. Jangan berpikir pandemi ini sementara, ini mirip katak yang di kuali yang airnya dipanaskan… Karena ini bisa 1 -2 tahun menurut Jack Ma, Bill Gates, Paul Romer, Yuval Harari, etc.
  2. Business yang terpuruk harus cari survival mode atau model bisnis baru.
  3. Business yang booming harus branding & soft selling, jangan hard selling.
  4. Makhluk yang bisa survive bukan yang paling besar/kuat/kaya tapi yang paling bisa beradaptasi ( Teori Darwin).
  5. Hadapi & terima kenyataan.
  6. Fokus pada hal yang mungkin dilakukan.
  7. Up grade diri untuk bisa beralih dari offline selling ke online selling.
  8. Bantu mereka yang harus dibantu, peduli dan berbagi.
  9. Everything is changing; a new system is coming!

 

SETELAH MEMBACA SEMUA ITU. SAYA AJUKAN DUA SIKAP MEMBANGUN OPTIMIS.

Inilah satu saran awal  dari Koesmawan. Yaitu dengan cara. Sbb:

 

III. BAGIAN KETIGA

MENCARI DAN MENEMUKAN OPTIMISME DI ZAMAN NORMAL BARU

Hingga saat ini, baru dua hal yang membuat saya  optimis, menghadapi Zaman Normal baru ini. Saya yakin, masih banyak pembaca yang sudah mengumpulkan hal-hal yang menyebabkan kita optimis. Inilah yang baru saya miliki:

 

_i.Pertama Optimisme janji Allah SWT asal tetap dekat padaNYA

Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS az-Zumar: 53- 54).

Kita merasa seolah melampaui batas atas presepsi kita terhadap situasi Covid-19 ini, kemudian kita juga merasa cemas menghadapi akan datangnya masa  Normal Baru yang tak  menentu ini. Namun Allah SWT mengingatkan kita agar “ Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah”. Keyakinan ini yang harus terus dipupuk untuk bisa bangkit dari kesusahan ini. Rasa optimis dan tidak akan berputus asa dari Rahmat Allah. Insya Allah membuat kita bertahan. Allah Berfirman, Bersama kesulitan itu, selalu ada kemudahan. Maka dibalik kesulitas selalu ada kemudahan.

 

_ii.Kedua. Kesadaran akan energi baru dan terbarukan

Alhamdulillah, inilah optinisme Mang Engkoes yang kedua, yakni sudah menemukan jalan, disaat energi fosil akan berakhir, saya dan teman-teman di _PT FID (PT Ffaireness Indonesia Daya)   lihat _www.Ffaireness Indonesia Daya,  telah memulai mengembangkan energi baru dan terbarukan, khususnya Panel Surya. Maha Besar Allah, PT FID ini telah memulai untuk membudayakan bahwa bangsa ini tidak bergantung lagi kepada energi fosil, sehingga diprakirakan tahun 2050, Indonesia 100% tak bergantung energi fosil lagi. Semoga kesadaran tentang energi baru ini didukung oleh, semua pihak dan mau melaksanakan diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi `dan indeksasi secara kosekuen.

Pengalaman Mang Engkoes dalam kapasitas penggiat energi baru, berkunjung ke Perth W.A. Ke Florence Italia, Singapura,  Ke Shanghai China dan Melbourne Victoria AU, membawa kesan, disana kesadaran energi baru dan energi terbarukan sudah terus dipupuk bahkan sangat memasyarakat.  Menurut Sri Mulyani, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6%, membutuhkan perkembangan energi hingga 12%. Oleh sebab itu, melaui diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi, dan indeksasi energi, maka Insya Allah alternative energi pengganti akan ditemukan dan ini meringankan umat manusia menghadapai masalah energi setelah tahun 2030.

 

iii. Mengubah paradigma

Innalloha laa yughoyiruu maa bikaumim. Hatta yughoyiruu maa biamfusim. ( Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum. Kecuali  siap mengubah paradihma. Cara berpikir dan cara memutuskan.

Maha Benar Allah dengan Segala Firmanya)

Kepada semua  yang pembaca tulisan, saya berharap, teman teman terus memikirkan hal hal yang membuat kita optimis menghadapi zaman Normal baru. Semua itu harus kita pikirkan bersama. Energi hanyalah salah satu saja yang membuat kita optimis. Insya Allah teman-teman di WAG ini pasti akan menemukan butir-butir optimisme dalam bidang lain. Saran ini hanyalah pemicu saja. Semoga.