Posting asli : 21 Agustus 2020

 

Mungkin sudah lama terjadi didaerah lain, tetapi di daerah kami paling-paling baru sekitar 6 bulan terakhir ini gejalanya terlihat….selain wabah Corona Virus, ternyata juga ada wabah lain : demam Aglonema dan Caladium.

Kalangan Ibu-ibu belakangan ini sedang ngebet memenuhi pekarangan atau teras rumahnya dengan berbagai jenis tanaman keladi hias, baik dari Famili Aglonema ataupun dari jenis Caladium. Pokoknya siap kucurkan anggaran khusus untuk memburu tanaman jenis ini.

Apakah berubah selera tidak bagus?…adakah yang salah dengan ini ?…tentu saja tidak ada yang salah selagi kita memang paham dengan itu, fokus dan konsisten  Hanya saja kalau saya amati kita ini seringkali terkesan ikut-ikutan, tidak konsisten….Kata Mbah saya : “ Mbuh opo kuwi,.. sing penting melu wae…” padahal kurang mengerti dengan apa yang diikutinya.

Kita tarik kebelakang,..beberapa tahun lalu pernah juga demam Anthurium, Gelombang Cinta ,… dan entah apalagi nama kerennya yang notabene harganya cukup fantastis, tetapi kemanfaatannya tidak sebesar itu. Dia hanya menjadi “symbol kemapanan” bagi kalangan tertentu. Celakanya symbol kemapanan itu bukanlah sesuatu yang memang sudah menjadi indikator umum yang sudah berlalu lama, tetapi memang secara temporer “diciptakan” oleh kalangan pebisnis untuk menciptakan peluang dan mengembangkan jaringan bisnis baru. Dilihat dari kacamata bisnis, ini sah-sah saja, bahkan bagus untuk menggerakkan perekonomian. Yang mungkin keliru itu adalah beberapa dari kita yang sebenarnya belum layak tapi memaksa melayakkan diri untuk ikut trend tapi pengetahuan tentang hal baru itu masih belum cukup.

Beberapa tahun sesudah Anthurium itu, muncul lagi wabah “Batu Akik” yang menggemparkan dunia per-batua-an. Semua yang berbentuk batu termasuk batu dijalanan atau bahkan batu kuburan dicungkil orang untuk diolah dan dijual.

Gejala demam Anthurium, batu akik, dan banyak lagi lainnya sangat ramai dan heboh pada saat awalnya, perputaran uang sangat besar untuk itu, dan begitu cepat meyebar. Sayangnya keduanya bernasib sama pada endingnya…setelah demam ini menyebar begitu dahsyat baru orang menyadari ternyata manfaatnya tak sedahsyat harganya. Sangat besar pula kerugian yang diderita oleh pemain-pemain yang baru mulai tanpa menyadari bahwa gejala demamnya telah mulai menurun. Berapa banyak aset yang akhirnya terbengkalai.

Kembali ke urusan Aglonema tadi,.. saya bahkan menebak-nebak kalau banyak diantara kita ini yang telah terkena demam tetapi belum tau juga jenis demamnya. Mungkin saja masih banyak yang sulit membedakan kelompok tanaman keladi hias ini, sekilas nampak mirip. Tapi sebenarnya kalau ditinjau dari sisi taksonomi tumbuhan dia berasal dari Famili yang berbeda.

Bukan saya bermaksud sinis. Hobi dan pandangan orang memang lain-lain. Manusiawi dan tak ada yang salah dengan itu. Kalau dibilang hanya karena tak ada anggaran untuk itu,.. ya memang benar karena saya tak akan sediakan anggaran untuk itu, tetapi Jika ada anggaran lebih tentu akan saya pergunakan untuk belanja modal atau dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat lebih produktif.

Saya khawatir urusan demam aglonema ini akan bernasib sama. Maka saya hanya mengingatkan bahwa kita boleh ikut trend tetapi jangan berlebihan. Yang namanya trend pasti gegap gempita tetapi tak bertahan lama, akan selalu berganti dengan trend yang baru.

Ini beberapa contoh tanaman hias yang sedang mewabah :

  1. Aglonema :

 

           

 

 

  1. Caladium

           

 

         

 

SELAMAT HUT-RE yang ke 75. Tetap Merdeka, tetap berkarya dan jaga semangat dalam menghadapi segala bentuk wabah. …MERDEKA..!!

(Maaf.. tulisan dibuat 17 Agustus 2020 lalu, hanya belum sempat Upload)….

Sumber Gambar : http://komunitastales.blogspot.com/2017/05/mengenal-sedikit-tanaman-aglonema.html