Archive for October, 2020

Simulasi UNBK ke-2 Periode 2 PKBM Paket C

0
Posting asli 04 Februari 2019

 

Hari ini telah dilaksanakan kegiatan Simulasi 2 Periode 2 UNBK Paket C  bagi peserta didik PKBM SMK Kosgoro Muara Bulian. Ujian akan dilaksanakan 2 hari yaitu pada Senin 4 Februari 2019 dan Rabu 6 Februari 2019. Jumlah peserta ujian simulasi paket C sebanyak 82 orang.

Sedangkan untuk Paket B akan dilaksanakan pada hari Kamis – Jumat, tanggal 7-8 Februari 2019. Jumalh peserta 39 orang.

 

Simulasi UNBK ke-2 Periode 1 Untuk Peserta Didik Reguler

0
Posting asli 28 Januari 2019

 

Hari ini, senin 28 januari 2019, mulai dilaksanakan ujian simulasi 2 UNBK Periode 1 di SMK Kosgoro Muara Bulian.

Berikut dokumentasinya.

Sisi Lain dari Nilai Sekolah

0
Posting asli 11 Januari 2019

 

Copas dari seorang rekan :

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus Budiyono

Ada tiga konsep yang tidak saya percayai sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking.

Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3) dan kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air.
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan.
Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.
Berdasarkan hasil penelitian beliau ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana:
▪ Anak anda nilai matematikanya 45 ? Tidak masalah.
▪ Tidak lulus ujian fisika ?
Bukan masalah besar.
▪ NEM tidak begitu sesuai harapan ?
Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit.
Yang memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan aniwei.
▪ IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas) ?
Jangan sedih. IPK pan hanya mitos.
Paling banter adalah hanya alat ukur.
Yang tidak akurat aniwei.
▪ Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan SMA 3 Bandung ?

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)
11. Bejok atau beruntung (request renra)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum ini kita kategorikan softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

Admin Says : Bagaimana pendapat anda, terserah mau melihat dari sisi mana.

Wabah Lagi,…Wabah Lagi…

0

Mungkin sudah lama terjadi didaerah lain, tetapi di daerah kami paling-paling baru sekitar 6 bulan terakhir ini gejalanya terlihat….selain wabah Corona Virus, ternyata juga ada wabah lain : demam Aglonema dan Caladium.

Kalangan Ibu-ibu belakangan ini sedang ngebet memenuhi pekarangan atau teras rumahnya dengan berbagai jenis tanaman keladi hias, baik dari Famili Aglonema ataupun dari jenis Caladium. Pokoknya siap kucurkan anggaran khusus untuk memburu tanaman jenis ini.

Apakah berubah selera tidak bagus?…adakah yang salah dengan ini ?…tentu saja tidak ada yang salah selagi kita memang paham dengan itu, fokus dan konsisten  Hanya saja kalau saya amati kita ini seringkali terkesan ikut-ikutan, tidak konsisten….Kata Mbah saya : “ Mbuh opo kuwi,.. sing penting melu wae…” padahal kurang mengerti dengan apa yang diikutinya.

Kita tarik kebelakang,..beberapa tahun lalu pernah juga demam Anthurium, Gelombang Cinta ,… dan entah apalagi nama kerennya yang notabene harganya cukup fantastis, tetapi kemanfaatannya tidak sebesar itu. Dia hanya menjadi “symbol kemapanan” bagi kalangan tertentu. Celakanya symbol kemapanan itu bukanlah sesuatu yang memang sudah menjadi indikator umum yang sudah berlalu lama, tetapi memang secara temporer “diciptakan” oleh kalangan pebisnis untuk menciptakan peluang dan mengembangkan jaringan bisnis baru. Dilihat dari kacamata bisnis, ini sah-sah saja, bahkan bagus untuk menggerakkan perekonomian. Yang mungkin keliru itu adalah beberapa dari kita yang sebenarnya belum layak tapi memaksa melayakkan diri untuk ikut trend tapi pengetahuan tentang hal baru itu masih belum cukup.

Beberapa tahun sesudah Anthurium itu, muncul lagi wabah “Batu Akik” yang menggemparkan dunia per-batua-an. Semua yang berbentuk batu termasuk batu dijalanan atau bahkan batu kuburan dicungkil orang untuk diolah dan dijual.

Gejala demam Anthurium, batu akik, dan banyak lagi lainnya sangat ramai dan heboh pada saat awalnya, perputaran uang sangat besar untuk itu, dan begitu cepat meyebar. Sayangnya keduanya bernasib sama pada endingnya…setelah demam ini menyebar begitu dahsyat baru orang menyadari ternyata manfaatnya tak sedahsyat harganya. Sangat besar pula kerugian yang diderita oleh pemain-pemain yang baru mulai tanpa menyadari bahwa gejala demamnya telah mulai menurun. Berapa banyak aset yang akhirnya terbengkalai.

Kembali ke urusan Aglonema tadi,.. saya bahkan menebak-nebak kalau banyak diantara kita ini yang telah terkena demam tetapi belum tau juga jenis demamnya. Mungkin saja masih banyak yang sulit membedakan kelompok tanaman keladi hias ini, sekilas nampak mirip. Tapi sebenarnya kalau ditinjau dari sisi taksonomi tumbuhan dia berasal dari Famili yang berbeda.

Bukan saya bermaksud sinis. Hobi dan pandangan orang memang lain-lain. Manusiawi dan tak ada yang salah dengan itu. Kalau dibilang hanya karena tak ada anggaran untuk itu,.. ya memang benar karena saya tak akan sediakan anggaran untuk itu, tetapi Jika ada anggaran lebih tentu akan saya pergunakan untuk belanja modal atau dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat lebih produktif.

Saya khawatir urusan demam aglonema ini akan bernasib sama. Maka saya hanya mengingatkan bahwa kita boleh ikut trend tetapi jangan berlebihan. Yang namanya trend pasti gegap gempita tetapi tak bertahan lama, akan selalu berganti dengan trend yang baru.

Ini beberapa contoh tanaman hias yang sedang mewabah :

Go to Top