Monthly Archives: 19 Februari 2016

Author : B. Joko Laksono

Saya sepakat dengan tulisan disini , banyak diantara guru, siswa, wali murid yang masih khawatir dengan pelaksanaan UNBK. Sebagian besar karena kurang mengerti tentang detail UNBK itu sendiri.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT), merupakan sistem pelaksanaan ujian menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya,  UNBK  menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya, hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). Jadi tidak sepenuhnya Online.

Banyak kekhawatiran tentang infrastruktur yang belum memadai, bandwidth yang belum cukup, kurangnya tenaga ahli IT, dan banyak lagi. Secara teknis, kalau tentang belum cukupnya spesifikasi peralatan, saya cukup maklum karena memang untuk dapat menjalankan aplikasi mesin Virtual Windows Server 2012 di Komputer server, dibutuhkan persyaratan hardware yang cukup berat ; minimal Processor Core i-5 , RAM minimal 8 GB. Tetapi kalau kekhawatiran itu tentang bandwidth yang tidak cukup besar/ tidak lancar , ini perlu diluruskan karena;  ingat …. UNBK tidak sepenuhnya online, tetapi semi online. Kemudian kekhawatiran lainnya tentang kekurangan tenaga ahli IT, saya kira aplikasi UNBK tidaklah terlalu rumit. Panduan teknis /manual tersedia, diklat tersedia, forum juga tersedia asal mau mencari. Dari pengalaman kami, nampaknya yang masih banyak teman kesulitan itu adalah pada tahap memahami konsep kerja  “virtualisasi” dan konfigurasi jaringan. Dan sebenarnya ini pun sudah sangat jelas ada di panduan manualnya. Jalan tengahnya, kalau saya menyarankan; seklah yang belum mengikuti UNBK tahun ini belajar dan lihat-lihat dulu ke sekolah terdekat yang sudah melaksanakannya. Mereka pasti mau bantu…Semoga lancar.