admin

admin

This user hasn't shared any profile information

Home page: https://smkkosgoro-mabulian.sch.id

Posts by admin

Praktek Siswa Di Masa Pandemi

0

Dimasa pendemi ini kami tetap melaksanakan tatap muka, khususnya untuk mapel yang memerlukan kegiatan praktikum. Siswa jurusan TKJ melaksanakan praktek dilapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kelompok praktikum kali ini mengambil lokasi bukan di sekolah, tetapi di tower triangle milik mitra , yaitu perusahaan lokal yang telah bekerjasama dengan unit produksi kami, berlokasi di RT. 09 Kelurahan Teratai, Kec. Muara Bulian.

Memaknai Hari Guru Tahun 2020

0

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Dasar hukumnya adalah Kepres (Keputusan Presiden) Nomor 78 Tahun 1994. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada guru. Ini juga terkait erat dengan sejarah, dimana berdasarkan beberapa referensi menyatakan lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) pada tanggal 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, merupakan cikal-bakal organisasi PGRI.

Pada tahun 2020 ini suasana peringatan Hari Guru Nasional tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kita masih berada situasi pandemi yang belum berujung, tentu tak akan ada acara perayaan, kumpul-kumpul, senda gurau, pemberian bingkisan kejutan,  atau sekedar photo bersama antara guru dengan para siswa.

Lantas apakah makna Hari Guru tahun ini menjadi luntur?…tentu tidak. Selalu ada dua sisi dalam setiap fenomena. Mungkin saja terasa sepi perayaan Hari Guru tahun ini,..tetapi kita dapat mensyukuri tahun ini dari sisi yang lain;…yaitu pesatnya peningkatan penguasaan kompetensi dan penerapan Teknologi Informasi (TI) oleh para Guru dan siswa yang secara spesifik diimplementasikan dalam bentuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Harus jujur kita akui bahwa selama ini masih banyak sekali guru dan siswa yang belum sepenuhnya menguasai Teknologi Informasi. Pandemi ini membawa hikmah dengan memaksa kita semua akrab dengan dunia TI. Memang belum ada angka yang secara gamblang menebutkan berapa persen peningkatan pengunaan TI di masa pandemi ini, tetapi kita bisa melihat secara nyata peningkatannya. Salah satu indikatornya adalah penggunaan media online berupa teleconference (Zoom, webex, google meet dan lainnya) pada berbagai kegiatan yang tidak terbatas hanya pada dunia apendidikan, tetapi juga pada bidang yang lainnya seperti ekonomi-bisnis, sosiap, politik dan lainnya. Secara spesifik didunia pendidikan dikenalkan dengan metoda PJJ yang menggunakan berbagai aplikasi online diantaranya google clas, edmodo, dan banyak lagi yang lainnya.

Segala sesuatu yang baru memang terkadang terasa sulit, berat atau merepotkan. Tapi itulah dinamika yang harus kita sikapi dengan baik, mencoba adaptasi terhadap perubahan. Dan kita memang harus yakin bahwa memang ini dibutuhkan, penting, dan membawa kebaikan dimasa yang akan datang.

-SELAMAT HARI GURU 2020-

 

Wabah Lagi,…Wabah Lagi…

0

Mungkin sudah lama terjadi didaerah lain, tetapi di daerah kami paling-paling baru sekitar 6 bulan terakhir ini gejalanya terlihat….selain wabah Corona Virus, ternyata juga ada wabah lain : demam Aglonema dan Caladium.

Kalangan Ibu-ibu belakangan ini sedang ngebet memenuhi pekarangan atau teras rumahnya dengan berbagai jenis tanaman keladi hias, baik dari Famili Aglonema ataupun dari jenis Caladium. Pokoknya siap kucurkan anggaran khusus untuk memburu tanaman jenis ini.

Apakah berubah selera tidak bagus?…adakah yang salah dengan ini ?…tentu saja tidak ada yang salah selagi kita memang paham dengan itu, fokus dan konsisten  Hanya saja kalau saya amati kita ini seringkali terkesan ikut-ikutan, tidak konsisten….Kata Mbah saya : “ Mbuh opo kuwi,.. sing penting melu wae…” padahal kurang mengerti dengan apa yang diikutinya.

Kita tarik kebelakang,..beberapa tahun lalu pernah juga demam Anthurium, Gelombang Cinta ,… dan entah apalagi nama kerennya yang notabene harganya cukup fantastis, tetapi kemanfaatannya tidak sebesar itu. Dia hanya menjadi “symbol kemapanan” bagi kalangan tertentu. Celakanya symbol kemapanan itu bukanlah sesuatu yang memang sudah menjadi indikator umum yang sudah berlalu lama, tetapi memang secara temporer “diciptakan” oleh kalangan pebisnis untuk menciptakan peluang dan mengembangkan jaringan bisnis baru. Dilihat dari kacamata bisnis, ini sah-sah saja, bahkan bagus untuk menggerakkan perekonomian. Yang mungkin keliru itu adalah beberapa dari kita yang sebenarnya belum layak tapi memaksa melayakkan diri untuk ikut trend tapi pengetahuan tentang hal baru itu masih belum cukup.

Beberapa tahun sesudah Anthurium itu, muncul lagi wabah “Batu Akik” yang menggemparkan dunia per-batua-an. Semua yang berbentuk batu termasuk batu dijalanan atau bahkan batu kuburan dicungkil orang untuk diolah dan dijual.

Gejala demam Anthurium, batu akik, dan banyak lagi lainnya sangat ramai dan heboh pada saat awalnya, perputaran uang sangat besar untuk itu, dan begitu cepat meyebar. Sayangnya keduanya bernasib sama pada endingnya…setelah demam ini menyebar begitu dahsyat baru orang menyadari ternyata manfaatnya tak sedahsyat harganya. Sangat besar pula kerugian yang diderita oleh pemain-pemain yang baru mulai tanpa menyadari bahwa gejala demamnya telah mulai menurun. Berapa banyak aset yang akhirnya terbengkalai.

Kembali ke urusan Aglonema tadi,.. saya bahkan menebak-nebak kalau banyak diantara kita ini yang telah terkena demam tetapi belum tau juga jenis demamnya. Mungkin saja masih banyak yang sulit membedakan kelompok tanaman keladi hias ini, sekilas nampak mirip. Tapi sebenarnya kalau ditinjau dari sisi taksonomi tumbuhan dia berasal dari Famili yang berbeda.

Bukan saya bermaksud sinis. Hobi dan pandangan orang memang lain-lain. Manusiawi dan tak ada yang salah dengan itu. Kalau dibilang hanya karena tak ada anggaran untuk itu,.. ya memang benar karena saya tak akan sediakan anggaran untuk itu, tetapi Jika ada anggaran lebih tentu akan saya pergunakan untuk belanja modal atau dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat lebih produktif.

Saya khawatir urusan demam aglonema ini akan bernasib sama. Maka saya hanya mengingatkan bahwa kita boleh ikut trend tetapi jangan berlebihan. Yang namanya trend pasti gegap gempita tetapi tak bertahan lama, akan selalu berganti dengan trend yang baru.

Ini beberapa contoh tanaman hias yang sedang mewabah :

Klasifikasi Buku Perpustakaan Berdasarkan Kode DDC

0
DDC (Dewey Decimal Classification) atau Sistem Desimal Dewey pertama kali diciptakan oleh Melvil Dewey (1851-1931) pada tahun 1876, Dewey membagi permasalahan yang ada didalam organisasi menjadi 10 masalah utama kemudian 10 masalah utama akan dibagi lagi menjadi 10 submasalah, karena pembagian permasalahan seperti inilah maka klasifikasi disebut decimal (persepuluh). Maka dari itu sistem ini dinamakan Filling Sistem Nomor Dewey (Dewey Decimal Classification System/DDC).

Kelebihan sistem DDC ini cocok untuk diterapkan pada organisasi yang besar dan fleksibel, sedangkan kekurangannya adalah tidak ekonomis dan harus didukung dengan SDM berpengetahuan tinggi.

Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.

Contoh kode kalsifikasi buku:

  • 330.94 = ekonomi Eropa, di mana 330 adalah kode untuk ekonomi dan 94 untuk Eropa.

Buku-buku diletakkan dengan mengurutkan berdasarkan nomor. Jika dua atau lebih buku memiliki nomor klasifikasi yang sama, sistem akan membagi kelas tersebut secara alfabet.

Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey. Sepuluh kelas tersebut dibagi lagi kepada 10 bagian; yang lalu bisa dibagi lagi kepada 10 bagian.

Sepuluh kelas utama tersebut adalah:

  • 000 Komputer, informasi dan referensi umum
  • 100 Filsafat dan psikologi
  • 200 Agama
  • 300 Ilmu sosial
  • 400 Bahasa
  • 500 Sains dan matematika
  • 600 Teknologi
  • 700 Kesenian dan rekreasi
  • 800 Sastra
  • 900 Sejarah dan geografi

Pada tahun 2011 telah terbit DDC edisi 23 dikenal dengan DDC23.

Sumber : http://situs-pendidikan.com/klasifikasi-buku-software-perpustakaan/

 

 

Ujian PKBM

0

Senin 8 Oktober 2018 sampai dengan Jumat 12 Oktober 2018, dilaksanakan Ujian Semester bagi warga peserta program PKBM di SMK Kosgoro.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan. PKBM ini masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan Nasional. PKBM ini bisa berupa tingkat desa ataupun kecamatan. untuk mendirikan PKBM bisa dari unsur apapun oleh siapapun yang tentunya telah memenuhi syarat-syarat kelembagaan antara lain : 1. Akta Notaris 2. NPWP 3. Susunan Badan pengurus 4. Sekretariat 5. Izin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab/kota.

Untuk ujian kali ini diikuti oleh 151 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Muara Bulian, Pemayung, Maro Sebo Ilir dan Maro Sebo Ulu. Peserta terdiri dari Paket B dan Paket C.  Ujian dilaksanakan menggunakan sistem komputerisasi.

Berikut ini Dokumentasi pelaksanaan Ujian hari petama 8 Oktober 2018 ;

Sosialisasi dan Pembinaan Remaja Oleh Polres Batanghari

0

Rabu, 3 Oktober 2018 lalu, Sat Binmas Polres Batanghari mengadakan kegiatan operasi Bina Kusuma dalam rangka sosialisasi tentang kenakalan remaja dan premanisme.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk pembinaan khususnya dikalangan remaja dan siswa. Kegiatan berjalan lacar.

Bela Sungkawa

0

Kami segenap keluarga besar SMK Kosgoro Muara Bulian menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bapak Mursi, SE (Kepala Sekolah SMK Kosgoro) atas berpulangnya istri beliau pada hari Sabtu 1 September 2018 jam 16.00 WIB. Jenazah dikebumikan pada haei Minggu 2 September 2018 di Muara Bulian.

Semoga almarhumah khusnul khotimah dan diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

 

Selamat HUT-RI ke 73

0

Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, kami segenap Keluarga besar SMK Kosgroro Muara Bulian, Batanghari, Jambi mengucapkan :

“Selamat Memperingati Kemerdekan Republik Indonesia ke 73, Semoga Semangat Juang, Persatuan dan Kesatuan Tetap Terjaga”

Tetap berkarya sesuai bidang masing-masing.

 

Sosialisasi Tentang NAFZA

0

Senin, 13 Agustus 2018 lalu Puskesmas Muara Bulian Telah melakukan kegiatan sosialisasi tentang NAFZA kepada siswa  SMK Kosgoro Muara Bulian. Kegiatan ini juga dibarengi dengan pengobatan gratis bagi siswa SMK Kosgoro. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat berlanjut.

Pelaksanaan UNP 2018

0

Tahun ini, Ujian Nasional untuk Perbaikan akan dilaksanaan pada tanggal 28 s.d 31 Juli 2018. Untuk Kabupaten Batanghari, ada dua sekolah penyelenggara UNP, yaitu SMK Kosgoro Muara Bulian dan SMAN 1 Batanghari.

Di sekolah kami, tahun ini peserta tidak terlalu banyak, hanya 68 orang ; 66 orang siswa SMA dan 2 orang siswa SMK.

Pelaksanaan UNP berjalan lancar.

admin's RSS Feed
Go to Top