CBT-UNBK

Beesmart, Android, UPS Rakitan : Solusi Untuk Resiko Sering Mati Lampu Saat Ujian.

0

Aplikasi Computer Based Test (CBT)  Beesmart yang dirilis oleh Bpk. Sigit Hariono, ST (tuwagapat.com),.. dan telah lama dimanfaatkan untuk keperluan ujian berbasis komputer di banyak sekolah, bukan tanpa alasan. Aplikasi ini tergolong sangat bagus menurut saya, selain Free, fiturnya komplit, dan bisa dikembangkan. Jarang orang yang mau bersusah payah membuat aplikasi bagus kemudian “dilepas” gratis begitu saja. Semoga ini merupakan amalan yang baik dan pahalanya mengalir terus. Jalan rejeki lain akan mengalir dengan sendirinya ya pak?!,.. semoga..!!

Saya sendiri sudah cukup lama menjadi salah satu pengguna aplikasi ini, kalau tidak salah sekitar tahun 2016 atau 2017, saat itu kami gunakan juga sebelum pelaksanaan UNBK pertama di sekolah SMK Kosgoro Muara Bulian, untuk keperluan pengenalan system ujian komputerisasi bagi siswa. Hasilnya,.. sangat membantu siswa… jadi tidak kaku lagi dengan segala bentuk ujian yang berbau komputerisasi.

Baru-baru ini kami juga membantu PKBM Kosgoro Batanghari dalam pelaksanaan ujian semester bagi warga belajar Paket C, sekitar 90 an orang. Artikel informasi tentang hal tersebut telah kami muat Disini.  Yang sedikit berbeda adalah, kali ini saya sedikit improvisasi, pelaksanaan ujian bukan di PC/Laptop (dengan konfigurasi IP Statik), tetapi peserta ujian menggunakan perangkat Laptop atau Android masing-masing dengan IP dynamic (DHCP) yang dilayani oleh perangkat wireless Router Mikrotik. Server cukup menggunakan Laptop dengan spesifikasi yang cukup (Core i7).  Kami para proktor duduk diluar, peserta ujian kami bebaskan mau didalam ruangan atau diluar ruangan, didampingi oleh pengawas ujian yang cukup telaten mengajari para warga belajar yang rata-rata “mak-mak dan Bapak-bapak”…Alhamdulillah lancar.

Secara teknis ini tak sulit. Cara ini memang kami tempuh bukan tanpa tujuan. Ini sebagai solusi atas keterbatasan jumlah PC/ Laptop milik sekolah / PKBM, dan mengatasi kendala seringnya mati lampu. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jika mati lampu maka pelaksanaan ujian jadi kacau balau,.. jadwal ujian rusak, semua panik dan lelah. Untuk Laptop sebagai Server ujian, kami juga lengkapi dengan ‘UPS’ rakitan menggunakan sumber listrik DC dari Accu 30 AH yang dilengkapi dengan Solar Control, cukup untuk menghidupkan Laptop dan Wireless Router selama sehari semalam. Tinggal warga belajar / peserta ujian yang sebelumnya sudah diberi pengumuman untuk menyiapkan terminal listrik, charger atau power bank jika memungkinkan. Dengan cara ini, semua kekhawatiran mati lampu selama ini tertepis semua. Dulu saat UNBK tahun 2017 kami sudah merencanakan cara ini, tetapi para “Stakeholder” dari Diknas Provinsi melarang keras karena “Tidak sesuai dengan SOP”. Bahkan di beberapa kali rakor tim teknis tingkat provinsi dan nasional juga ada pengarahan seperti itu (jangan pakai Mikrotik atau router lainnya, cukup pakai Hub/Switch, dengan konfigurasi IP Static disetiap PC/Laptop peserta)… Kami memaklumi karena karena saat itu UNBK adalah barang baru. Inti permasalahannya adalah takut rusak, khawatir terjadi insiden keamanan pelaksanaan ujian akibat kesalahan prosedur dan toplogi jaringan, takut gagal. Wajar, karena dipundak mereka terpikul beban tanggung jawab atas rencaka sukses pelaksanaan UNBK saat itu.  Dimaklumi juga karena tidak semua orang memahami cara kerja dan teknik konfigurasi/setting alat router khususnya Mikrotik. Padahal di Mikrotik itu fiturnya sangat lengkap, salah satunya yang akan sangat membantu aspek teknis pada pelaksanaan ujian adalah fitur DHCP server, firewall, bridging dan routing. Ini akan sangat meringankan kerja para teknisi, tidak perlu repoy kasih IP statis untuk setiap PC. Kalau jumlah PC hanya < 50 masih aman, tapi kalau sudah > 50 unit, capek juga kerjanya…

Intinya, kreasi, improvisasi jangan terlalu disikapi dengan kaku dan was-was. Pahami saja secara teknis, diskusikan dengan orang-orang yang mengerti, dan berikan kebebasan berkarya. Jadi….silahkan mencoba. Tentu saja…: dipersilahkan menanggung sendiri resikonya..ada dua pilihan; gagal atau sukses. Semoga pilihan kedua yang terjadi….

UPS rakitan plus Accu 7,5 AH ini mampu untuk membackup mesin CCTV (minus monitor), Router Totolink dan lampu Neon DC selama 3-5 jam. 

Diskusi Persiapan UNBK Oleh MKKS Batanghari

0

Monthly Archives: 16 September 2016

Author : B. Joko Laksono

 

Dalam rangka sosialisasi dan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2017, maka diperlukan wadah untuk diskusi dan berbagi pengalaman. SMK Kosgoro Muara Bulian sebagai Sekolah yang telah melaksanakan UNBK dan UNP (Ujian Nasional Perbaikan) pertama kali di Kabupaten Batanghari tahun lalu, menyelenggarakan kegiatan diskusi untuk keperluan tersebut, melalui Forum MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kabupaten Batanghari.

Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada hari Selasa, 15 November 2016 di SMK Kosgoro Muara Bulian. Kegiatan berjalan lancar, diikuti oleh 3 Sekolah SMK calon penyelenggara UNBK tahun 2017 yang telah diverifikasi oleh tim verifikasi pusat,  yaitu SMKN 1 Batanghari, SMKN 2 Batanghari, SMKPPN Jambi; ditambah 2  Sekolah SMA calon penyelenggara UNBK yang belum diverifikasi yaitu SMAN 1 Batanghari, dan SMAN 2 Batanghari.

Pemateri pada kegiatan tersebut adalah salah seorang Guru / Proktor UNBK tahun 2016, B. Joko Laksono.

Dari penyelenggaraan forum diskusi tersebut, semua sekolah berharap agar dapat melaksanakan UNBK tahun 2017 dengan lancar. Kami berharap tahun depan sudah semakin banyak sekolah yang dapat melaksanakannya UNBK.

Verifikasi SMK Penyelenggara UNBK Tahun 2017.

0

Monthly Archives: 11September 2016

Author : B. Joko Laksono

 

Tanggal 9 September 2016 kemaren, kami mendapat Surat Tugas dari Direktur Pembinaan SMK, Dirjen Dikdasmen, Kemendikbud untuk memverifikasi kesiapan bberapa SMK di masing-masing Kabupaten yang akan melaksanakan UNBK tahun 2017. Tugas ini sebenarnya cukup berat karena waktu yang disediakan cukup mepet (13 s/d 16 September 2016), sementara kita belum tau SMK mana saja yang telah bersedia dan mampu menyelenggarakan UNBK. Semoga saja dari tugas yang akan kami jalani ini mendapatkan data hasil yang baik, semakin banyak SMK yang mampu melaksanakan UNBK tahun depan.

UNBK (Lagi..??)

0

 

Monthly Archives: 19 Februari 2016

Author : B. Joko Laksono

Saya sepakat dengan tulisan disini , banyak diantara guru, siswa, wali murid yang masih khawatir dengan pelaksanaan UNBK. Sebagian besar karena kurang mengerti tentang detail UNBK itu sendiri.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT), merupakan sistem pelaksanaan ujian menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya,  UNBK  menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya, hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). Jadi tidak sepenuhnya Online.

Banyak kekhawatiran tentang infrastruktur yang belum memadai, bandwidth yang belum cukup, kurangnya tenaga ahli IT, dan banyak lagi. Secara teknis, kalau tentang belum cukupnya spesifikasi peralatan, saya cukup maklum karena memang untuk dapat menjalankan aplikasi mesin Virtual Windows Server 2012 di Komputer server, dibutuhkan persyaratan hardware yang cukup berat ; minimal Processor Core i-5 , RAM minimal 8 GB. Tetapi kalau kekhawatiran itu tentang bandwidth yang tidak cukup besar/ tidak lancar , ini perlu diluruskan karena;  ingat …. UNBK tidak sepenuhnya online, tetapi semi online. Kemudian kekhawatiran lainnya tentang kekurangan tenaga ahli IT, saya kira aplikasi UNBK tidaklah terlalu rumit. Panduan teknis /manual tersedia, diklat tersedia, forum juga tersedia asal mau mencari. Dari pengalaman kami, nampaknya yang masih banyak teman kesulitan itu adalah pada tahap memahami konsep kerja  “virtualisasi” dan konfigurasi jaringan. Dan sebenarnya ini pun sudah sangat jelas ada di panduan manualnya. Jalan tengahnya, kalau saya menyarankan; seklah yang belum mengikuti UNBK tahun ini belajar dan lihat-lihat dulu ke sekolah terdekat yang sudah melaksanakannya. Mereka pasti mau bantu…Semoga lancar.

Pelaksanaan UNBK Tahun Pelajaran 2018/2019

0
Posting asli 26 Maret 2019

 

Hari Pertama, Senin 25 Maret 2019, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Sesi 1 :

___________________________________________________________________________________________________________________

Hari Kedua, Selasa 26 Maret 2019, Mata Pelajaran Matematika

Sesi 2 :

 

 

___________________________________________________________________________________________________________________

Hari Ketiga, Rabu, 27 Maret 2019, Mata Pelajaran Bahasa Inggris :

Sesi 1 :

Sesi 2 :

____________________________________________________________________________________________________________________________

Hari Keempat, Kamis, 28 Maret 2019, Mata Pelajaran Teori Kejuruan :

Simulasi UNBK ke-2 Periode 1 Untuk Peserta Didik Reguler

0
Posting asli 28 Januari 2019

 

Hari ini, senin 28 januari 2019, mulai dilaksanakan ujian simulasi 2 UNBK Periode 1 di SMK Kosgoro Muara Bulian.

Berikut dokumentasinya.

Evaluasi Pelaksanaan UNBK di Kabupaten Batanghari tahun 2018

0

Sebuah Opini dari sudut pandang Helpdesk.

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 telah selesai, baik untuk tingkat SMP, SMA/SMA/MA. Secara umum dapat dikatakan sukses.

Kesuksesan pelaksanaan UNBK merupakan hasil sinergi yang baik antar semua elemen yang terlibat dari atas sampai bawah, termasuk kesiapan proktor dan teknisi di unit pendidikan yang bersangkutan, dan tim pendukung seperti tim helpdesk tingkat kabupaten, provinsi sampai nasional.

Bagi sekolah-sekolah yang baru menyelenggarakan UNBK pertama kali atau sekolah yang sedang mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan UNBK tahun depan,  hal–hal paling penting yang menentukan keberhasilan UNBK antaralain ;

  1. Kemauan dan kesanggupan unit sekolah untuk menyelenggarakan UNBK
  2. Kesiapan sarana-prasarana fisik (listrik, server, PC-Client, internet, jaringan Lokal)
  3. Kemampuan personil (teknisi, proktor)
  4. Dukungan tim teknis (Puspendik, Pustekkom, BTIKP, Helpdesk)
  5. Kecukupan materi pengenalan dan penggunaan komputer bagi peserta didik.
  6. Kecukupan frekwensi dan mutu “latihan” bagi siswa calon peserta ujian (Simulasi, Try Out)

Di Kabupaten Batanghari, pada tahun 2018 ini, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK sebanyak  15 SMP/MTs, 19 SMA/MA, dan 8 SMK, baik yang melaksanakan seara mandiri ataupun menumpang di sekolah lain.  (Sumber : Helpdesk Kabupaten Batanghari).

Untuk kami di SMK Kosgoro Muara Bulian, tahun 2018 ini merupakan tahun ketiga menyelenggarakan UNBK dan tahun kedua menyelenggarakan UNP (Ujian Nasional Perbaikan). Kebetulan saja salah satu Guru di Sekolah kami ditunjuk menjadi  anggota Tim Helpdesk untuk SMK se Kabupaten Batanghari, merangkap anggota Tim Helpdesk Provinsi Jambi. Mungkin karena kami yang pertama menyelenggarakan UNBK di Kab. Batanghari.  Secara teknis disekolah kami alhamdulillah tidak ada masalah  karena jumlah siswa tidak terlalu banyak , walaupun spesifikasi peralatan yang kami gunakan standard saja, tidak terlalu tinggi sebagaimana sekolah-sekolah besar.  Nampaknya keinginan untuk maju dan kemauan belajar memegang peranan penting  dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, didukung oleh berbagai Rakor dan Diklat yang diselenggarakan oleh Dinas P&K dan BTIKP Provinsi Jambi, atau melalui MKKS.

Dari sudut pandang dan pengalaman menjadi anggota tim helpdesk, ada beberapa kendala yang  perlu kita evaluasi untuk kesuksesan pelaksanaan UNBK tahun depan dengan kemungkinan jumlah sekolah penyelenggara yang semakin banyak, antaralain :

  • Belum semua proktor dan teknisi baru mendapatkan pelatihan teknis yang cukup untuk mengelola server UNBK dan penataan jaringan WAN/LAN
  • Masih ada beberapa rekan-rekan protek di sekolah  yang beranggapan bahwa kami para helpdesk tugasnya sampai ke urusan fisik jaringan dan lainnya. Relawan Helpdesk, sesuai dengan namanya, hanya bersifat “meja-bantu”, memberikan dukungan informasi dan solusi cepat terhadap kendala yang terjadi di lapangan. Kendali pada saat pelaksanaan UNBK  di unit sekolah penyelenggara berada di tangan Kepala sekolah, Proktor dan teknisi. maka tim teknis provinsi dan perangkat helpdesknya tidak akan berarti apa-apa jika proktor dan teknisi masih belum benar-benar paham secara teknis.
  • Masih ada beberapa rekan-rekan proktor dan teknisi baru yang kurang rajin baca dan belajar. Hampir setiap hari kami dihadapkan pada beberapa pertanyaan dan permintaan bantuan (via Telp, WA, maupun datang langsung), yang substansinya adalah hal-hal sederhana yang semuanya sudah ada panduannya di website http://www.ubk.kemdikbud.go.id.
  • Penataan job description dan alur kerja bagi helpdesk Kabupaten dan Provinsi masih perlu diperbaiki, belum ada pembatasan yang jelas. Masih banyak Proktor dan teknisi sekolah penyelenggara UNBK yang langsung minta bantu kepada helpdesk provinsi tanpa melalui kabupetan dulu dan tetap dilayani. Ini yang menjadi salah satu penyebab bahwa walaupun Helpdesk kabupeten telah berupaya membantu semaksimal mungkin, tetapi pada saat mengisi survey, pihak sekolah tidak menyebutkan tim kabupaten yang telah membantunya.
  • Belum difasilitasinya kegiatan koordinasi antar proktor/teknisi se kabupaten baik oleh dinas kabupaten maupun melalui MKKS
  • Diperlukan instrumen penilaian kerja protek dan helpdesk yang adil dan transparan.

Dari pengalaman tahun ini, semoga tahun depan koordinasinya semakin baik lagi, agar semua menjadi lebih lancar.

Go to Top