OPINI

Tugas Siswa : Menyalin Buku Teks ..?!

0

Monthly Archives: Januari 2016.

Author : B. Joko Laksono, SP

 

Beberapa hari lalu saya mendengar keluhan dari seorang siswa SMP tetangga saya tentang tugas (PR) yang diberikan oleh seorang Guru terhadap siswa sekelas. berupa tugas “menyalin (menulis tangan) sebuah buku teks, utuh, lengkap” yang berjumlah 56 lembar. Ia benar-benar tersiksa dengan tugas itu karena harus dikumpulkan besok pagi. Tugas itu ternyata belum selesai juga saat ini padahal telah mulai dikerjakannya mulai jam 4 sore hingga jam 8 malam. Ia semakin merasa stress karena kata gurunya, apabila tugas itu tidak selesai maka akan dimasukkan kedalam buku kasus. Demikian informasi yang saya dengar darinya.

Sebagai seorang guru juga di sekolah lain (SMK), tentu saya tetap  menjaga wibawa teman seprofesi walau saya tidak kenal guru SMP anak tetangga itu, dengan mengatakan agar ia tetap mengerjakan tugas itu semampunya. Karena ia sampai menangis saat mengeluh kepada saya, maka saya mencoba menghiburnya dengan mengatakan bahwa jika tugas memang terpaksa tidak selesai 100% pun tetap ada nilainya karena salah satu yang dinilai adalah “upaya untuk mengerjakan” tugas itu. Tetapi dia menyatakan keberatannya karena tugas serupa telah diberikan berulangkali oleh guru yang bersangkutan sementara yang dilakukan guru tersebut dikelas adalah ; masuk kelas , mengabsen siswa, memberikan tugas, pergi makan ke kantin guru dan tidak masuk ke kelas lagi.

Saya tidak begitu saja percaya dengan apa yang disampaikan dan mencoba bertanya kepada 2 orang temannya sekelas yang lain dan ternyata jawabannya sama. Sebenarnya yang dilakukan oleh teman Guru itu sah-sah saja apabila dilakukan sesekali dalam rangka mengisi jam kosong, misalnya pada saat ada rapat guru, atau juga tugas itu diberikan oleh guru piket pada saat guru mata pelajaran berhalangan hadir. Tapi kalau tugas itu dilakukan berulangkali oleh Guru yang sama,… ini sudah tidak benar. Nampaknya guru itu sedang bermasalah ; mungkin malas, jenuh, atau memang tidak mampu mengajar. Tapi dia guru sertifikasi … Lho…??!!. Mestinya kita sebagai seorang guru harus mampu mengembangkan pola mengajar yang terstruktur, menyenangkan, dan memperhitungkan waktu serta kemampuan siswa. Yang perlu kita ingat juga bahwa siswa tersebut adalah juga siswa dari guru lainnya yang mungkin juga memberikan tugas dalam bentuk lain, siswa juga adalah anggota keluarga yang memiliki tanggung jawab lain dirumah selain mengerjakan tugas sekolah. Jangan kita buat ia mendapatkan masalah baru berupa keberatan orang tua dan rasa tertekan  karena tugas sekolah yang berlebihan. Kadang kita perlu membayangkan untuk memposisikan siswa kita sebagai anak kita dirumah, bagaimana rasanya.  Lagipula menurut saya jenis tugas seperti itu sedikit sekali manfaatnya, sekedar memaksa siswa membaca dan menulis. Masih leih baik jika siswa ditugaskan membaca lalu yang dikumpulkan adalah ringkasan atau kesimpulannya. Tujuan dan manfaat yang diinginkan sama-sama tercapai tetapi mendapatkan respon yang berbeda dari siswa.

Bisa jadi memang itu salah satu pola yang memang diizinkan di tingkat SMP, saya tidak tau. Tetapi menurut saya tujuan utamanya mestinya adalah agar siswa rajin membaca dan mendapatkan informasi pokok dari buku ajar. Mestinya yang diminta adalah ringkasan (intisari) atau kesimpulan, bukan salinan sebuah buku secara utuh. Lalu untuk apa siswa susah payah membayar biaya buku kalau hanya untuk disalin ulang ?. Semoga ini dapat kita renungkan dan tidak terulang lagi oleh guru lain.

Sepi Penulis/Kontributor

0

Arsip-Posting 22 Agustus 2015, Author : B. Joko Laksono, SP.

 

Sejak Blog ini diluncurkan pada tahun 2012 lalu, nampaknya masih sepi penulis/kontibutor dari lingkungan sekolah. Padahal banyak rekan-rekan Guru dan Siswa yang sudah dibuatkan akun untuk ikut berpartisipasi mengisi Blog bagi yang suka menulis. Banyak keuntungan kalau kita suka menulis :

  1. Dengan menulis kita terlatih untuk menuangkan  pemikiran, pendapat, ide kreatif
  2. Kalau suka menulis, otomatis kita “Wajib” suka membaca. Banyak membaca=banyak tau=tambah pinter !!
  3. Akan nampak kalau kita agak “pinter”… (Hi..hii.hhiii..Songong dikit !!)

Lho,.. nyatanya diajak pinter kok pada nggak mau.

Kalau hanya saya sendiri yang menulis tentu isinya tak rame… tak seru. makanya,… Hayoo… mulai isi blog ini barengan…!!

 

Pemain Jenius dibalik Zaman Batu

0

Arsip-Posting 17 Maret 2015, Author : B. Joko Laksono, SP.

 

Beberapa dekade lalu kita disibukkan dengan fenomena Yayasan tertentu dengan harta karun bukit emas peninggalan zaman belanda (tapi yang mau gabung : Bayar dulu !!). Beberapa tahun lalu tentu kita masih ingat fenomena “Anthurium-Gelombang Cinta-Kantong Semar” yang konon harganya mulai dari jutaan sampai milyaran, padahal kegunaanya dalam kehidupan tidak jelas, selain hanya untuk prestise. Ada orang yang bilang; tak ada yang mahal untuk sebuah Hobby,….

Tahun lalu sampai awal tahun ini kita mulai heboh lagi dengan fenomena “Batu-batuan” yang harganya juga tak kalah aduhai. Di banyak tempat dan kesempatan, obrolan tingkat warung, sosial media, kantor, semua ramai membicarakan dan berbisnis batu. Semua jalan dikorek batunya, lereng gunung, bahkan kuburan juga tak lepas dari korekan “pengrajin” yang tiba-tiba berjumlah sangat banyak. Muncul juga para pemikir “kreatif” untuk menciptakan jenis dan nama batu baru yang sebelunya tak ada,… entah campuran apa saja bahan batu yang satu ini.

Tak ada yang salah dengan  semua itu, sah-sah saja. Tapi tidakkah kita dapat mengambil pelajaran dari semua peristiwa itu,… ada aktor jenius yang dengan piawainya menciptakan isu, menciptakan peluang, membangun jaringan, kemudian menarik keuntungan sangat besar dan sangat cepat. Pada akhirnya,.. pemain awal berlimpah uang dan pemain akhir tumbang rata dengan tanah.

Fenomena batu saat ini tak kalah hebatnya dengan yang dulu. Coba kita lihat, begitu banyak orang yang kaya mendadak karena batu, begitu banyak tenaga kerja terserap untuk bisnis baru ini, begitu banyak modal yang tertumpah untuk mendirikan pabrik atau unit produksi dadakan, membeli peralatan pengolah, menyusun jaringan distribusi-pemasaran- sampai jaringan penghembus isu dan jaringan “pencipta” jenis dan nama batu baru. Dilihat dari sisi ini, zaman batu ternyata banyak manfaatnya, apalagi disaat banyak orang kesulitan mencari /menciptakan pekerjaan.

Tapi coba kita jujur melihat dari sisi lain, kembali ke masalah pokoknya : Batu … batu,…!!. Seberapa besar manfaat batu untuk kita ? . Saya khawatir, nasib batu ini akan sama dengan fenomena pendahulunya,… menjadi tak berarti,… tak berharga. Yang paling menderita adalah para pemain-pemain baru yang belum memahami situasi. Mau dikemanakan nanti semua infrastruktur, peralatan pengolah, tenaga kerja ?.

Sekali lagi, tak ada yang salah dengan ini, hanya menurut saya, banyak hal  akan baik apabila sangat memahaminya , tidak terburu nafsu, dan takarannya sedang-sedang saja. Bagi yang suka batu tentu tak ada larangan, tapi jangan pertaruhkan banyak hal untuk sekedar batu.  Salam Batu,.. !!

KRITIK TERHADAP TULISAN

0

Monthly Archives: September 2013

B. Joko Laksono, SP / 04 September 2013.

Baru saja saya upload tulisan beberapa menit lalu, sudah ada menuai kritik dari seorang rekan via sms, katanya kok menulis sendirian di Blog, bobotnya kurang menggigit  dan isinya hampir senada; banyak protes ,.. ! Demikian katanya.

Benar, semua tulisan dengan inisial Jk_Ksg itu milik saya, dan memang sejauh ini masih “hanya saya sendiri” yang mau mengisi Blog ini. Sudah lama saya mengajak teman-teman tetapi belum ada action.  Setelah saya review beberapa tulisan, ternyata kritik itu ada benarnya dan ada juga tidaknya.  Walaupun itu membuat saya tersenyum kecut sendiri, tetapi tetap saja saya merasa berterimakasih kepada teman saya itu atas masukannya. Justru itu yang menjadi saya semakin bersemangat untuk  belajar menulis lebih baik lagi kedepan. Tapi menurut beberapa teman yang lain, lebih baik berbuat walau hasilnya kurang sempurna daripada katanya mahir menulis dan banyak teori yang dikuasainya  tapi tidak ada buktinya,… ah… entahlah,.. nilai sendiri saja…

Menurut saya yang bukan jurnalis ini, syarat minimal menulis itu ada beberapa hal :

  1. Bisa menulis, mau menulis dan ada prasarananya
  2. Berdasarkan fakta, obyektif, berimbang (tidak berat sebelah atau mendiskreditkan pihak tertentu) , lengkap (apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana).
  3. Dilandasi tujuan baik, ada ulasan, dan saran / solusi pemecahan masalah.

Jelas, karena tidak semua orang memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik, maka persepsi dan gaya penulisannya berbeda-beda. Tetapi ingat, karena berbeda itulah makanya lukisan itu indah. Karena berbeda itulah dunia ini ceria

“New Normal” dan Persiapan Menghadapinya

0
Posting asli 27 Mei 2020

 

Terkait dengan topik “New Normal” yang sedang trending akhir-akhir ini, saya tertarik pada sebuah tulisan yang saya lansir dari sebuah WAG “NAMBAH ILMU” yang saya ikuti. Walaupun ada sedikit tersirat promo perusahaan tertentu disitu, tapi itu sah-sah saja, yang lebih penting adalah buah pikirannya. Ada juga info prediksi bidang-bidang usaha yang terdampak dan prediksi peluang usaha yang akan berjaya. Ini berguna untuk kita pikirkan dan kaji-suai , barangkali berkaitan dengan usaha yang sedang kita jalani.

Begini tulisannya :

==========================================================================

INILAH GAMBARAN APA ITU HIDUP DI ZAMAN NORMAL BARU. LALU BAGAIMANA CIPTAKAN OPTIMISMENYA

Tulisan dibawah hanyalah hasil upaya kopas disana sini  Agar kita semua SIAP LAHIR BATIN MENGHADAPI KEHIDUPAN YG BAKAL BENAR BENAR BARU  Kita harus mengubah diri kita sendiri. Bismillahirrohmaanirohiim.

Awas tulisan ini panjang sekali. Lama bacanya. Niatkan dulu mau menyisihkan waktu

SAYA BAGI 3 BAGIAN

  1. 1  Pendahuluan.
  2. Kupas tuntas New Normal Sutuation
  3. OPTIMISME.

 

I. BAGIAN PERTAMA, ERA DISRUPTIF.

Belum tuntas kita mempersiapkan diri bagaimana mengahadapi  zaman disruptif, atau zaman yang tidak  jelas, zaman amburadul, sehingga terjadi yang aneh-aneh. Contoh yang mudah, misalnya kasus taxi, sebutlah merek Blue Bird. Perusahaan ini terkenal, luas, menguntungkan. Tapi tiba-tiba harus terkalahkan oleh Ojeg Online atau Gocar. Yang hanya baru berdiri dua atau tiga tahun saja. Sementara Blue Bird mungkin sudah seperempat abad lebih. Bisa terkalahkan.

Ada lagi yang heran., misalnya kita mempunyai perusahaan angkutan kota. Logika kita, makin menuju ke tahun depan harusnya semakin untung, karena ongkos angkut bertambah mahal, tetapi malah merugi, karena ongkos ojeg online lebih murah. Sehingga pelanggan lari semua.

Apa yang membikin kita terbelalak?. Blue bird itu punya segalanya, Supir, Pul Taxi, Supir-supir, bengkel dana lain lain. Sementara perusahaan Grabb, Gojek tak punya taxi, tak punya supir, tak punya bengkel, dalam dua tahun mencapai triliyunan? Sungguh fantastis. Inilah zaman tak jelasnya, kok bisa begitu? Kira-kira seperti itu keadaan disruptif itu.

Kemudian perusahaan travel, yang semula lancar mendapatkan pelanggan, kini pelanggan lebih memerlukan perusahaan travel online. Mang Engkoes merasakan, saat ke Italy, mulai pesan tiket, hingga hotel di Firenze  Italia, juga taxi, cukup satu tempat, semua terlaksana  begitu mudah. Akibatnya, perusahaan travel konvensional, taxi konvensional, benar benar berjatuhan menuju kebangrutan. Demikian gambaran kacaunya, era disruptif itu.

Tapi dibalik kesulitan zaman disruptif itu, selalu ada kemudahan, maaf yang Mang Engkoes rasakan dua hal saja misalnya:

  1. Ongkos transportasi menjadi murah. Bayangkan mimpi apa saya, naik motor ojeg dari pasar Ciputat ke Kampus ITB Ahmad Dahlan, hanya Rp .2000 rupiah. Murah aman yah.
  2. Zaman di Belanda untuk membeli buku, mahal sekali Rp 200.000,00 minimal, serta harus pesan ke Amerika, hingga satu Bulan. Zaman sekarang dengan klik Pdf,. Drive, maka buku apa, gratis, ada dua juta judul buku lebih. Begitu mudah kita ambil.

 

Selanjutnya. Kita kupss tuntas gambaran zaman normal. Terahir  sebuah solusi buat membangun optimisme.

 

II. BAGIAN KEDUA

INILAH KUPAS TUNTAS Apa ItuThe New Normal

Saya kopas kiriman teman tanpa nama ;

INILAH CATATAN TENTANG THE NEW NORMAL

Durasi pandemi covid -19 diprediksi akan berlangsung dalam jangka hingga 1-2  tahun ke depan (sesuai prediksi dipasarkannya vaksin). Dulu, depresi 1929 dampaknya berlangsung s/d 6 tahun.

Business yang akan booming:

  1. Life Insurance,
  2. E-commerce,
  3. Networking Business/MLM,
  4. Remote working
  5. Logistic
  6. Online schooling
  7. Webinar/online training
  8. Netflix, Indihome
  9. Telecommunication
  10. Telemedicine
  11. Cleaning services
  12. Wellness
  13. Medical equipments
  14. Home entertainment
  15. Online Transportation

Business yang akan terpuruk:

  1. Hotel,
  2. Travel,
  3. Bioskop,
  4. Mall,
  5. Retail,
  6. Entertainment,
  7. Property
  8. MICE (Meeting; Incentive, Convention & Exhibition),
  9. Persewaan kantor,
  10. Restoran (tidak ada Dine in).

 

Benefit

  1. Work life balance – productivity meningkat
  2. cost efisien & produktif
  3. Karyawan bersedia dibayar lebih murah
    • Website harus jadi e-commerce,
    • Hotel akan food delivery juga,
    • Martha Tilaar dari kosmetik berubah menjadi hand sanitizer — survival modenya,
    • Es teler 77 saat ini akan masuk ke bisnis Frozen food,
    • Lippo mall/hotel difungsikan ke rumah sakit Karena memiliki RS Siloam yang sudak memiliki kompetensinya dalam rangka peningkatan omzet ke Business yang lagi trending,
    • Ruang guru & zoom semakin booming, cloud juga.
    • Makin banyak perusahaan akan mencari survival mode agar dapat cash flow. Ini akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

 

Sejauh vaksin belum ditemukan kita akan ragu. Nanti pesawat akan adaptasi beri jarak 0.5 mtr, bioskop juga akan jadi separuh kursinya.

Perusahaan yang belum masuk digital harus bagaimana??

  1. Arahnya ke cloud, IT as services. Masalah capability
  2. Jualan lewat socmed
  3. Model Direct Business to Consument akan semakin ngetrend, seperti “Life Insurance” yang selama sudah familiar dengan model bisnis direct business to consument .
  4. Kalbe akan bangun Marketplace sendiri. Karena mengalami deepening & widening.
  5. Produsen harus mengembangkan channelnya sendiri. Modal nyawa perusahaan di data nya. Mereka harus memiliki big data sendiri.
  6. Marketplace seperti tokopedia, blibli, shopee, lazada etc akan semakin berkembang.

Dalam waktu 1 bulan dipaksa belanja online.

Strategi marketing di era covid & building branding u/ Business yang lagi bagus, mereka harus empatik. CSR harus kuat, giving, memberikan solusi. Jangan hard sell. Spiritnya membantu.

Bagi yang businessnya kurang bagus masuk ke survival mode atau pivot seperti Martha Tilaar. Lippo mall/hotel.

Semakin besar, semakin sulit berubah. Contoh:

  • Garuda 👉🏻 cargo;
  • Food 👉🏻 online delivery.
  • Toyota & Astra etc untuk survive tidaklah mudah, ada yang mati, ada yang survive.
  • UKM gampang pivot ke jualan nasi goreng dll.
  • Konsumen akan hold spending untuk jaga² kebutuhan yang essential seperti grocery, kesehatan & higienitas.
  • Segmentasi pemenuhan kebutuhan pasar. Walaupun big discount konsumen masih tahan spending. Termasuk perusahaan menunda bayar supplier. Kelangsungan hidup menjadi yang utama.
  • Sekolah sudah mulai online course termasuk konsumen.

 

Tips:

  1. Jangan berpikir pandemi ini sementara, ini mirip katak yang di kuali yang airnya dipanaskan… Karena ini bisa 1 -2 tahun menurut Jack Ma, Bill Gates, Paul Romer, Yuval Harari, etc.
  2. Business yang terpuruk harus cari survival mode atau model bisnis baru.
  3. Business yang booming harus branding & soft selling, jangan hard selling.
  4. Makhluk yang bisa survive bukan yang paling besar/kuat/kaya tapi yang paling bisa beradaptasi ( Teori Darwin).
  5. Hadapi & terima kenyataan.
  6. Fokus pada hal yang mungkin dilakukan.
  7. Up grade diri untuk bisa beralih dari offline selling ke online selling.
  8. Bantu mereka yang harus dibantu, peduli dan berbagi.
  9. Everything is changing; a new system is coming!

 

SETELAH MEMBACA SEMUA ITU. SAYA AJUKAN DUA SIKAP MEMBANGUN OPTIMIS.

Inilah satu saran awal  dari Koesmawan. Yaitu dengan cara. Sbb:

 

III. BAGIAN KETIGA

MENCARI DAN MENEMUKAN OPTIMISME DI ZAMAN NORMAL BARU

Hingga saat ini, baru dua hal yang membuat saya  optimis, menghadapi Zaman Normal baru ini. Saya yakin, masih banyak pembaca yang sudah mengumpulkan hal-hal yang menyebabkan kita optimis. Inilah yang baru saya miliki:

 

_i.Pertama Optimisme janji Allah SWT asal tetap dekat padaNYA

Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS az-Zumar: 53- 54).

Kita merasa seolah melampaui batas atas presepsi kita terhadap situasi Covid-19 ini, kemudian kita juga merasa cemas menghadapi akan datangnya masa  Normal Baru yang tak  menentu ini. Namun Allah SWT mengingatkan kita agar “ Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah”. Keyakinan ini yang harus terus dipupuk untuk bisa bangkit dari kesusahan ini. Rasa optimis dan tidak akan berputus asa dari Rahmat Allah. Insya Allah membuat kita bertahan. Allah Berfirman, Bersama kesulitan itu, selalu ada kemudahan. Maka dibalik kesulitas selalu ada kemudahan.

 

_ii.Kedua. Kesadaran akan energi baru dan terbarukan

Alhamdulillah, inilah optinisme Mang Engkoes yang kedua, yakni sudah menemukan jalan, disaat energi fosil akan berakhir, saya dan teman-teman di _PT FID (PT Ffaireness Indonesia Daya)   lihat _www.Ffaireness Indonesia Daya,  telah memulai mengembangkan energi baru dan terbarukan, khususnya Panel Surya. Maha Besar Allah, PT FID ini telah memulai untuk membudayakan bahwa bangsa ini tidak bergantung lagi kepada energi fosil, sehingga diprakirakan tahun 2050, Indonesia 100% tak bergantung energi fosil lagi. Semoga kesadaran tentang energi baru ini didukung oleh, semua pihak dan mau melaksanakan diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi `dan indeksasi secara kosekuen.

Pengalaman Mang Engkoes dalam kapasitas penggiat energi baru, berkunjung ke Perth W.A. Ke Florence Italia, Singapura,  Ke Shanghai China dan Melbourne Victoria AU, membawa kesan, disana kesadaran energi baru dan energi terbarukan sudah terus dipupuk bahkan sangat memasyarakat.  Menurut Sri Mulyani, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6%, membutuhkan perkembangan energi hingga 12%. Oleh sebab itu, melaui diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi, dan indeksasi energi, maka Insya Allah alternative energi pengganti akan ditemukan dan ini meringankan umat manusia menghadapai masalah energi setelah tahun 2030.

 

iii. Mengubah paradigma

Innalloha laa yughoyiruu maa bikaumim. Hatta yughoyiruu maa biamfusim. ( Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum. Kecuali  siap mengubah paradihma. Cara berpikir dan cara memutuskan.

Maha Benar Allah dengan Segala Firmanya)

Kepada semua  yang pembaca tulisan, saya berharap, teman teman terus memikirkan hal hal yang membuat kita optimis menghadapi zaman Normal baru. Semua itu harus kita pikirkan bersama. Energi hanyalah salah satu saja yang membuat kita optimis. Insya Allah teman-teman di WAG ini pasti akan menemukan butir-butir optimisme dalam bidang lain. Saran ini hanyalah pemicu saja. Semoga.

Covid-19 Vs Teori Konspirasi

0
Posting asli 26 Mei 2020

 

Beberapa tahun lalu saya pernah menulis tentang trend batu akik, pesatnya tingkat preferensi masyarakat dan massifnya perkembangan jaringan perdaganganya, (baca disini)

Belajar dari pengalaman sebelumnya, banyak kasus serupa yang pada akhirnya membuktikan bahwa sesuatu yang  “terlalu cepat” seringkali merupakan hasil dari konspirasi bermotif ekonomi. Kelompok-kelompok tertentu mengambil keuntungan yang sangat besar dari hal-hal seperti itu. Saat itu memang kebetulan terbukti beberapa bulan kemudian. Tapi saat itu saya tidak memiliki data yang kongkrit dan akurat, hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman.  Saya sadari memudian bahwa itu tidak tepat.

Belakangan ini dibanyak media kita sering mendengar tentang kemunginan adanya konspirasi dibalik wabah yang melanda dunia saat ini. Berbagai dugaan dan opini publik memang sah-sah saja. Saya sendiri tidak berani berkomentar mengenai ini; selain memang bukan merupakan orang yang tau persis kondisi ini, tidak berwenang memberikan keterangan dan penilaian, serta tidak memiliki data akurat.  sebaiknya kita berbicara berdasarjkan data.

Jika kita merujuk pada web resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia yang dapat kita baca disini   , data per 25 mei 2020, dapat kita lihat sebagai berikut :

 

Sumber : https://covid19.go.id/peta-sebaran

Dari data yang disajikan, angka jumlah korban ini tak main-main, dan tentunya menghabiskan sumberdaya yang besar sekali dalam penanganannya.  Kita turut berduka dan prihatin atas korban yang jatuh dan pasien penderita beserta keluarganya. Dalam kondisi seperti ini rasanya kurang bijak kalau kita melontarkan tuduhan atau hanya sekedar opini yang terkesan menyepelekan masalah ini. Banyak juga orang-orang yang mencurahkan pendapatnya, yang katanya berdasarkan pengalaman dirawat sebagai korban covid-19 sehingga tau persis dan merasakan proses penanganan selama masa isolasi dan obat-obatan yang diberikan. Ini saya baca dari forward beberapa group WA. Dari tulisannya, saya menduga yang bersangkutan sedikit mengerti menganai jenis-jenis obat-obatan dan fungsi utamanya. Intinya yang bersangkutan berpendapat bahwa Covid-19 sama saja dengan beberapa jenis flu biasa, sehingga penanganan pengobatannya juga sebagaimana penangana flu biasa; istrirahat total, antibiotik, vitamin c, dan beberapa jenis obat pereda nyeri. Yang luar biasa adalah “gaung” dari penyakit ini dan pobhia masyarakat yang berlebihan. Demikian bunyi tulisan itu.

Saya kira kita semua sudah merasakan kesulitan dalam berbagai bidang kehidupan akibat kondisi belakangan ini; sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan yang paling parah dari sisi kebutuhan dasar yang turut terganggu. Menyikapi kondisi ini, saya sendiri berpendapat bahwa memang kita tak perlu ketakutan berlebihan, akan tetapi wajib hati-hati dan waspada. Sekecil apapun yang namanya penyakit kalau sudah menyerang pasti akan mengganggu aktivitas dan menyita waktu dan sumberdaya lainnya. Yang paling pasti adalah kita merasa tidak nyaman. Apalagi untuk kasus pandemi berskala internasional seperti ini maka kita wajib waspada. Kita kadang-kadang baru menyadari bahwa kesehatan itu adalah nikmat yang luar biasa apabila sedang sakit.

Kalaupun kita tidak mampu berbuat banyak untuk  membantu, paling tidak kita menjaga diri dan keluarga, dan menahan diri untuk tidak turut menyebarkan berita yang belum tentu benar sumbernya dan tak bisa dipertanggung jawabkan. Ini hanya akan menambah bingung dan resah masyarakat luas.  Mari tetap semangat dalam kondisi sulit ini….!!!

Implementasi SE Mendikbud No 20 Tahun 2020 dan Problematikanya

0
Posting asli 28 April 2020

 

Terkait dengan pandemi Covid-19, Mendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan (lihat disini) dan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)> (lihat disini).

Munculnya kebijakan tersebut menurut kami, tentu telah melalui berbagai pertimbangan yang masak dan jelas untuk tujuan kebaikan bersama. Akan tetapi memang kita semua menhetahui bahwa ini muncul disebabkan oleh sesuatu yang tidak pernah diduga dan tentu mengakibatkan dalam pelaksanaannya juga cenderung tidak siap.

Bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari kementerian, dinas pendidikan, sampai tingkat satuan pendidikan, guru, siswa, hampir semuanya tidak siap dengan kondisi ini. Kami guru dan siswa juga dihadapkan pada beberapa kesulitan teknis dalam pelaksanaannya, karena memang belum cukup persiapan dan instrumen pendukung untuk itu.

Beberapa hal yang menurut saya menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program belajar jarak jauh ini antaralain :

  1. Ketidak siapan atau ketidak seragaman “kurikulum” ,.. belum ada bentuk baku yang bisa dipedomani. Jadi bisa dipastikan dalam pelaksanaannya bisa saja berbeda antar sekolah, bahkan antar guru. Ada kecenderungan guru lebih banyak memberikan beban tugas, bukan diskusi. Ini menyulitkan bagi siswa.
  2. Skill. Dari sisi guru dan siswa, juga masih banyak yang belum terbiasa atau bahkan belum pernah menyentuh aplikasi daring, mereka harus belajar keras untuk itu dan ini bisa mengakibatkan tekanan psikis yang hebat.
  3. Dari sisi sarana-prasarana dan infrastruktur lain yang belum merata. Tidak semua siswa dan wali murid mampu mengadakan perangkat dan paket datanya. Kalaupun mampu, ternyata saat ini masih banyak juga wilayah yang belum terjangkau jaringan LTE, 3G atau 4G.
  4. Tambahan beban ekonomi. Dengan pelaksanaan program ini, pasti menambah beban anggaran rumah tanga (listrik, paket data, dan lainnya) yang bagi sebagian orang akan sangat memberatkan.
  5. Kesiapan mental. Resiko kejenuhan pasti akan terjadi bagi siswa dan juga guru. Pola yang masih acak belum ada “pakem” yang baku menuntut guru dan siswa mencari cara yang pas. Komunikasi yang terbatas akan dapat menyebabkan kejenuhan.

Banyak lagi hal-hal yang menjadi kendala. Tetapi ini memang situasi darurat, maka memang dibutuhkan sinergi dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi secara bertahap. Jangan terlalu banyak tuntutan dalam situasi ini. Kesehatan dan keselamatan semua orang diatas kepentingan lainnya. #Semoga kondisi ini cepat normal.

Faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar

0
Posting asli 17 November 2019

 

 

Sekolah merupakan salah satu organisasi pendidikan yang dapat di katakan sebagai wadah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Keberhasilan pendidikan di sekolah bergantung pada sumber daya manusia di sekolah tersebut.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, faktor satu dan yang lainnya saling mempengaruhi dan saling melengkapi untuk keberhasilan belajar. Komponen yang saling mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran tersebut dapat di ibaratkan sebuah perangkat lengkap komputer, yang mana setiap perangkat dari sebuah komputer saling mempengaruhi untuk terciptanya sebuah perangkat komputer yang lebih baik, dengan spesifikasi tertentu agar komputer tersebut dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan

  1. Komponen pertama adalah hardware, meliputi gedung sekolah,ruang kelas,laboratorium, dll
  2. Komponen kedua adalah software,meliputi kurikulum,program pengajaran, dan sistem pembelajaran
  3. Komponen ketiga adalah brainware, meliputi guru, murid, orangtua,& siapapun yang terkait dalam proses pendidikan.
  4. Komponen empat adalah netware, berkaitan dengan jaringan dan kerjasama antar guru, antar instansi, dan lembaga yang berkaitan dengan perkembangan sekolah
  5. Komponen kelima adalah dataware, mencakup keterangan jumlah murid. Jumlah guru.data lulusan.asal pendidikan guru.

Ayo Belajar !!

0
Posting asli 21 Maret 2019

 

 

Di era globalisasi seperti sekarang semua informasi dari segala penjuru dunia tidak dapat di hentikan. baik itu informasi yang berdampak positif ataupun negatif. Untuk itu di serahkan kepada individu untuk dapat menilai informasi yang di dapat dengan bijak. Selain itu dampak dari era globalisasi tanpa di sadari persaingan terjadi dengan sendirinya, hal ini terbukti dari beberapa penyerapan tenaga kerja baik di lingkungan swasta maupun pemerintahan menambah persyaratan batas minimal pendidikan.

Penambahan batasan minimal pendidikan pada suatu tempat pekerjaan bukan tanpa alasan, penambahan batas minimal pendidikan itu di maksud untuk peningkatan mutu dan kinerja dari individu yang akan di terima pada suatu posisi pekerjaan. Dengan harapan pekerja yang baru di terima dapat memberikan dampak kemajuan di tempat bekerja. Penerapan batasan minimal pendidikan ini bisa saja terus berlangsung dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jika hal ini terus terjadi maka setiap orang harus menyiapkan untuk menghadapi segala bentuk persaingan yang di timbulkan di era globalisai.

Salah satu upaya untuk menghadapi persaingan di era globalisasi adalah dengan mempersiapkan diri di bidang pendidikan. Pendidikan penting sebagai bekal untuk masa depan. Setiap orang berlomba – lomba untuk menjadi pribadi yang ungguk dari pada yang lain. Sehingga perlu memiliki nilai tambah atau kemampuan lebih agar dapat bersaing. Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu kunci agar dapat bertahan dan bersaing di era globalisasi.

Menurut Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 13 ayat 1 menyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan internal.

Pusat kegiatan Belajar Masyarakat merupakan salah satu dari satuan pendidikan non formal. Menurut Sihombing dalam bukunya Pendidikan Luar Sekolah Kini dan Masa Depan (1999) menyebutkan, bahwa tujuan pelembagaan PKBM adalah untuk menggali, menumbuhkan, mengembangkan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, untuk sebesar-besarnya pemberdayaan masyarakat itu sendiri.

PKBM kosgoro merupakan salah Satu penyelenggara pendidikan nonformal yang ada di kabupaten Batanghari beralamat mempunyai tiga ( 3 ) program pendidikan kesetaraan, Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. Sebagai salah satu mitra kerja pemerintahan dalam mencerdaskan kehidupan mayarakat melalui program-program pendidikan nonformal, diharapkan mampu menumbuhkan masyarakat belajar sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian, keberdaya didikan dan inovatif dalam mencari berbagai informasi baru dalam rangka meningkatkan kehidupannya.

Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan memberikan perhatian khusus dalam masalah ilmu. Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bahkan mengatakan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, utamanya masalah ilmu agama. Di dalam Qs Al – Mujadillah Ayat 11 allah berfirman yang Artinya :

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

 

Bukan ilmu yang seharusnya mendatangimu, tapi kamu yang seharusnya mendatangi ilmu. – Imam Malik “

  • Semoga bermanfaat “

Sisi Lain dari Nilai Sekolah

0
Posting asli 11 Januari 2019

 

Copas dari seorang rekan :

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus Budiyono

Ada tiga konsep yang tidak saya percayai sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking.

Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3) dan kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air.
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan.
Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.
Berdasarkan hasil penelitian beliau ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana:
▪ Anak anda nilai matematikanya 45 ? Tidak masalah.
▪ Tidak lulus ujian fisika ?
Bukan masalah besar.
▪ NEM tidak begitu sesuai harapan ?
Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit.
Yang memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan aniwei.
▪ IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas) ?
Jangan sedih. IPK pan hanya mitos.
Paling banter adalah hanya alat ukur.
Yang tidak akurat aniwei.
▪ Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan SMA 3 Bandung ?

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)
11. Bejok atau beruntung (request renra)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum ini kita kategorikan softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

Admin Says : Bagaimana pendapat anda, terserah mau melihat dari sisi mana.

Go to Top