DDC (Dewey Decimal Classification) atau Sistem Desimal Dewey pertama kali diciptakan oleh Melvil Dewey (1851-1931) pada tahun 1876, Dewey membagi permasalahan yang ada didalam organisasi menjadi 10 masalah utama kemudian 10 masalah utama akan dibagi lagi menjadi 10 submasalah, karena pembagian permasalahan seperti inilah maka klasifikasi disebut decimal (persepuluh). Maka dari itu sistem ini dinamakan Filling Sistem Nomor Dewey (Dewey Decimal Classification System/DDC).

Kelebihan sistem DDC ini cocok untuk diterapkan pada organisasi yang besar dan fleksibel, sedangkan kekurangannya adalah tidak ekonomis dan harus didukung dengan SDM berpengetahuan tinggi.

Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.

Contoh kode kalsifikasi buku:

  • 330.94 = ekonomi Eropa, di mana 330 adalah kode untuk ekonomi dan 94 untuk Eropa.

Buku-buku diletakkan dengan mengurutkan berdasarkan nomor. Jika dua atau lebih buku memiliki nomor klasifikasi yang sama, sistem akan membagi kelas tersebut secara alfabet.

Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey. Sepuluh kelas tersebut dibagi lagi kepada 10 bagian; yang lalu bisa dibagi lagi kepada 10 bagian.

Sepuluh kelas utama tersebut adalah:

  • 000 Komputer, informasi dan referensi umum
  • 100 Filsafat dan psikologi
  • 200 Agama
  • 300 Ilmu sosial
  • 400 Bahasa
  • 500 Sains dan matematika
  • 600 Teknologi
  • 700 Kesenian dan rekreasi
  • 800 Sastra
  • 900 Sejarah dan geografi

Pada tahun 2011 telah terbit DDC edisi 23 dikenal dengan DDC23.

Sumber : http://situs-pendidikan.com/klasifikasi-buku-software-perpustakaan/