Uncategorized

Ujian Mid Semester

0

Rabu 3 Maret dan Sabtu 6 Maret 2021 laliu kami telah melaksanakan ujian Mid Semester teori secara   berbasis komputerisasi menggunakan android (ofline, server lokal)…dan ujian praktek di Sekolah. Protokol kesehatan terpenuhi.   Kegiatan berjalan lancar.

Memaknai Hari Guru Tahun 2020

0

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Dasar hukumnya adalah Kepres (Keputusan Presiden) Nomor 78 Tahun 1994. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada guru. Ini juga terkait erat dengan sejarah, dimana berdasarkan beberapa referensi menyatakan lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) pada tanggal 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, merupakan cikal-bakal organisasi PGRI.

Pada tahun 2020 ini suasana peringatan Hari Guru Nasional tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kita masih berada situasi pandemi yang belum berujung, tentu tak akan ada acara perayaan, kumpul-kumpul, senda gurau, pemberian bingkisan kejutan,  atau sekedar photo bersama antara guru dengan para siswa.

Lantas apakah makna Hari Guru tahun ini menjadi luntur?…tentu tidak. Selalu ada dua sisi dalam setiap fenomena. Mungkin saja terasa sepi perayaan Hari Guru tahun ini,..tetapi kita dapat mensyukuri tahun ini dari sisi yang lain;…yaitu pesatnya peningkatan penguasaan kompetensi dan penerapan Teknologi Informasi (TI) oleh para Guru dan siswa yang secara spesifik diimplementasikan dalam bentuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Harus jujur kita akui bahwa selama ini masih banyak sekali guru dan siswa yang belum sepenuhnya menguasai Teknologi Informasi. Pandemi ini membawa hikmah dengan memaksa kita semua akrab dengan dunia TI. Memang belum ada angka yang secara gamblang menebutkan berapa persen peningkatan pengunaan TI di masa pandemi ini, tetapi kita bisa melihat secara nyata peningkatannya. Salah satu indikatornya adalah penggunaan media online berupa teleconference (Zoom, webex, google meet dan lainnya) pada berbagai kegiatan yang tidak terbatas hanya pada dunia apendidikan, tetapi juga pada bidang yang lainnya seperti ekonomi-bisnis, sosiap, politik dan lainnya. Secara spesifik didunia pendidikan dikenalkan dengan metoda PJJ yang menggunakan berbagai aplikasi online diantaranya google clas, edmodo, dan banyak lagi yang lainnya.

Segala sesuatu yang baru memang terkadang terasa sulit, berat atau merepotkan. Tapi itulah dinamika yang harus kita sikapi dengan baik, mencoba adaptasi terhadap perubahan. Dan kita memang harus yakin bahwa memang ini dibutuhkan, penting, dan membawa kebaikan dimasa yang akan datang.

-SELAMAT HARI GURU 2020-

 

SMK Kosgoro Ma. Bulian Menjadi Tempat Pemondokan KontingenTanjabbar

0

Dalam rangka mendukung kegiatan Pekan Olah Raga Pelajar (POPDA) tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Disporapar  Kab. Batanghari, melalui surat Kadispora no 426/289/DISPORAPAR tanggal 20 mei 2016, maka SMK Kosgoro Muara Bulian mendukung program Pemerintah Daerah Kab. Batanghari untuk menjadi tempat pemondokan bagi Kontingen dari Kabupaten Tanjabbar, tanggal 23 s/d 27 Mei 2016. Berikut dokumentasinya ;

Kunjungan Pembina Yayasan Pendidikan Kosgoro

0

Arsip-Posting 16 Oktober 2015, Author : B. Joko Laksono, SP.

 

Ketua Dewan Pembinan Yayasan Pendidikan Kosgoro Batanghari men gunjungi Sekolah pada hari Kamis, 15 Oktober 2015. Kedatangannya untuk meninjau perkembangan sekolah, pengecekan keadaan fisik sekolah (bangunan dan sarana), serta wawancara dengan Guru dan Siswa.

Pendaftaran Ujian Nasional Perbaikan (UNP) Tahun Pelajaran 2015-2016

0

Arsip-Posting 05 Juni 2015, Author : B. Joko Laksono, SP.

Bagi siswa-siswi SMA/SMK/ dan Paket C yang telah megikuti Ujian Nasional berbasis kertas atau UJian Nasional berbasis Komputer tahun pelajaran 2015-2016 pada bulan april 2016 lalu, akan tetapi hasil nilai ujiannya belum memuaskan dan berkeinginan untuk memperbaiki Nilai, pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan memberikan kesempatan untuk melakukan Ujian Nasional Perbaikan (UNP) yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus 2016 s.d. 7 September 2016.  Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 Juni 2016 s.d. 16 Juli 2016. Tidak dipungut biaya.

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat melihat di web resmi  http://unp.kemdikbud.go.id/ atau klik  Disini.Ujian perbaikan akan dilakukan menggunakan pola Ujian Nasional Perbaikan berbasis Komputer. Untuk Kabupaten Batanghari tempat penyelenggara  Ujian Nasioanal Perbaikan di SMK Kosgoro Muara Bulian.

Lomba Gerak Jalan Dalam Rangka HUT Kabupaten Batanghari ke-66 Tahun 2014.

0

Monthly Archives: Desember 2014

B. Joko Laksono, SP / 01 Desember 2014.

Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Batanghari ke-66 Tahun 2014 yang jatuh tepat pada hari ini 1 Desember 2014, kemaren pada hari Minggu, 30 November 2014 telah dilaksanakan lomba gerak jalan, lomba mobil hias, dan banyak cabang lomba lainnya yang diikuti oleh ratusan tim. Berikut ini dokumentasi kegiatan Gerak Jalan dari siswa-siswa SMK Kosgoro Muara Bulian.

Wabah Lagi,…Wabah Lagi…

0
Posting asli : 21 Agustus 2020

 

Mungkin sudah lama terjadi didaerah lain, tetapi di daerah kami paling-paling baru sekitar 6 bulan terakhir ini gejalanya terlihat….selain wabah Corona Virus, ternyata juga ada wabah lain : demam Aglonema dan Caladium.

Kalangan Ibu-ibu belakangan ini sedang ngebet memenuhi pekarangan atau teras rumahnya dengan berbagai jenis tanaman keladi hias, baik dari Famili Aglonema ataupun dari jenis Caladium. Pokoknya siap kucurkan anggaran khusus untuk memburu tanaman jenis ini.

Apakah berubah selera tidak bagus?…adakah yang salah dengan ini ?…tentu saja tidak ada yang salah selagi kita memang paham dengan itu, fokus dan konsisten  Hanya saja kalau saya amati kita ini seringkali terkesan ikut-ikutan, tidak konsisten….Kata Mbah saya : “ Mbuh opo kuwi,.. sing penting melu wae…” padahal kurang mengerti dengan apa yang diikutinya.

Kita tarik kebelakang,..beberapa tahun lalu pernah juga demam Anthurium, Gelombang Cinta ,… dan entah apalagi nama kerennya yang notabene harganya cukup fantastis, tetapi kemanfaatannya tidak sebesar itu. Dia hanya menjadi “symbol kemapanan” bagi kalangan tertentu. Celakanya symbol kemapanan itu bukanlah sesuatu yang memang sudah menjadi indikator umum yang sudah berlalu lama, tetapi memang secara temporer “diciptakan” oleh kalangan pebisnis untuk menciptakan peluang dan mengembangkan jaringan bisnis baru. Dilihat dari kacamata bisnis, ini sah-sah saja, bahkan bagus untuk menggerakkan perekonomian. Yang mungkin keliru itu adalah beberapa dari kita yang sebenarnya belum layak tapi memaksa melayakkan diri untuk ikut trend tapi pengetahuan tentang hal baru itu masih belum cukup.

Beberapa tahun sesudah Anthurium itu, muncul lagi wabah “Batu Akik” yang menggemparkan dunia per-batua-an. Semua yang berbentuk batu termasuk batu dijalanan atau bahkan batu kuburan dicungkil orang untuk diolah dan dijual.

Gejala demam Anthurium, batu akik, dan banyak lagi lainnya sangat ramai dan heboh pada saat awalnya, perputaran uang sangat besar untuk itu, dan begitu cepat meyebar. Sayangnya keduanya bernasib sama pada endingnya…setelah demam ini menyebar begitu dahsyat baru orang menyadari ternyata manfaatnya tak sedahsyat harganya. Sangat besar pula kerugian yang diderita oleh pemain-pemain yang baru mulai tanpa menyadari bahwa gejala demamnya telah mulai menurun. Berapa banyak aset yang akhirnya terbengkalai.

Kembali ke urusan Aglonema tadi,.. saya bahkan menebak-nebak kalau banyak diantara kita ini yang telah terkena demam tetapi belum tau juga jenis demamnya. Mungkin saja masih banyak yang sulit membedakan kelompok tanaman keladi hias ini, sekilas nampak mirip. Tapi sebenarnya kalau ditinjau dari sisi taksonomi tumbuhan dia berasal dari Famili yang berbeda.

Bukan saya bermaksud sinis. Hobi dan pandangan orang memang lain-lain. Manusiawi dan tak ada yang salah dengan itu. Kalau dibilang hanya karena tak ada anggaran untuk itu,.. ya memang benar karena saya tak akan sediakan anggaran untuk itu, tetapi Jika ada anggaran lebih tentu akan saya pergunakan untuk belanja modal atau dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat lebih produktif.

Saya khawatir urusan demam aglonema ini akan bernasib sama. Maka saya hanya mengingatkan bahwa kita boleh ikut trend tetapi jangan berlebihan. Yang namanya trend pasti gegap gempita tetapi tak bertahan lama, akan selalu berganti dengan trend yang baru.

Ini beberapa contoh tanaman hias yang sedang mewabah :

  1. Aglonema :

 

           

 

 

  1. Caladium

           

 

         

 

SELAMAT HUT-RE yang ke 75. Tetap Merdeka, tetap berkarya dan jaga semangat dalam menghadapi segala bentuk wabah. …MERDEKA..!!

(Maaf.. tulisan dibuat 17 Agustus 2020 lalu, hanya belum sempat Upload)….

Sumber Gambar : http://komunitastales.blogspot.com/2017/05/mengenal-sedikit-tanaman-aglonema.html

SELAMAT IDUL ADHA 1441

0
Posting asli : 31 Juli 2020

 

Segenap Keluarga Besar SMK Kosgoro Muara Bulian mengucapkan :

 

“SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441”

 

Semoga menjadi berkah bagi kita semua.

 

Wabah Lagi,…Wabah Lagi…

0

Mungkin sudah lama terjadi didaerah lain, tetapi di daerah kami paling-paling baru sekitar 6 bulan terakhir ini gejalanya terlihat….selain wabah Corona Virus, ternyata juga ada wabah lain : demam Aglonema dan Caladium.

Kalangan Ibu-ibu belakangan ini sedang ngebet memenuhi pekarangan atau teras rumahnya dengan berbagai jenis tanaman keladi hias, baik dari Famili Aglonema ataupun dari jenis Caladium. Pokoknya siap kucurkan anggaran khusus untuk memburu tanaman jenis ini.

Apakah berubah selera tidak bagus?…adakah yang salah dengan ini ?…tentu saja tidak ada yang salah selagi kita memang paham dengan itu, fokus dan konsisten  Hanya saja kalau saya amati kita ini seringkali terkesan ikut-ikutan, tidak konsisten….Kata Mbah saya : “ Mbuh opo kuwi,.. sing penting melu wae…” padahal kurang mengerti dengan apa yang diikutinya.

Kita tarik kebelakang,..beberapa tahun lalu pernah juga demam Anthurium, Gelombang Cinta ,… dan entah apalagi nama kerennya yang notabene harganya cukup fantastis, tetapi kemanfaatannya tidak sebesar itu. Dia hanya menjadi “symbol kemapanan” bagi kalangan tertentu. Celakanya symbol kemapanan itu bukanlah sesuatu yang memang sudah menjadi indikator umum yang sudah berlalu lama, tetapi memang secara temporer “diciptakan” oleh kalangan pebisnis untuk menciptakan peluang dan mengembangkan jaringan bisnis baru. Dilihat dari kacamata bisnis, ini sah-sah saja, bahkan bagus untuk menggerakkan perekonomian. Yang mungkin keliru itu adalah beberapa dari kita yang sebenarnya belum layak tapi memaksa melayakkan diri untuk ikut trend tapi pengetahuan tentang hal baru itu masih belum cukup.

Beberapa tahun sesudah Anthurium itu, muncul lagi wabah “Batu Akik” yang menggemparkan dunia per-batua-an. Semua yang berbentuk batu termasuk batu dijalanan atau bahkan batu kuburan dicungkil orang untuk diolah dan dijual.

Gejala demam Anthurium, batu akik, dan banyak lagi lainnya sangat ramai dan heboh pada saat awalnya, perputaran uang sangat besar untuk itu, dan begitu cepat meyebar. Sayangnya keduanya bernasib sama pada endingnya…setelah demam ini menyebar begitu dahsyat baru orang menyadari ternyata manfaatnya tak sedahsyat harganya. Sangat besar pula kerugian yang diderita oleh pemain-pemain yang baru mulai tanpa menyadari bahwa gejala demamnya telah mulai menurun. Berapa banyak aset yang akhirnya terbengkalai.

Kembali ke urusan Aglonema tadi,.. saya bahkan menebak-nebak kalau banyak diantara kita ini yang telah terkena demam tetapi belum tau juga jenis demamnya. Mungkin saja masih banyak yang sulit membedakan kelompok tanaman keladi hias ini, sekilas nampak mirip. Tapi sebenarnya kalau ditinjau dari sisi taksonomi tumbuhan dia berasal dari Famili yang berbeda.

Bukan saya bermaksud sinis. Hobi dan pandangan orang memang lain-lain. Manusiawi dan tak ada yang salah dengan itu. Kalau dibilang hanya karena tak ada anggaran untuk itu,.. ya memang benar karena saya tak akan sediakan anggaran untuk itu, tetapi Jika ada anggaran lebih tentu akan saya pergunakan untuk belanja modal atau dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat lebih produktif.

Saya khawatir urusan demam aglonema ini akan bernasib sama. Maka saya hanya mengingatkan bahwa kita boleh ikut trend tetapi jangan berlebihan. Yang namanya trend pasti gegap gempita tetapi tak bertahan lama, akan selalu berganti dengan trend yang baru.

Ini beberapa contoh tanaman hias yang sedang mewabah :

Go to Top