Sebuah Opini dari sudut pandang Helpdesk.

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 telah selesai, baik untuk tingkat SMP, SMA/SMA/MA. Secara umum dapat dikatakan sukses.

Kesuksesan pelaksanaan UNBK merupakan hasil sinergi yang baik antar semua elemen yang terlibat dari atas sampai bawah, termasuk kesiapan proktor dan teknisi di unit pendidikan yang bersangkutan, dan tim pendukung seperti tim helpdesk tingkat kabupaten, provinsi sampai nasional.

Bagi sekolah-sekolah yang baru menyelenggarakan UNBK pertama kali atau sekolah yang sedang mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan UNBK tahun depan,  hal–hal paling penting yang menentukan keberhasilan UNBK antaralain ;

  1. Kemauan dan kesanggupan unit sekolah untuk menyelenggarakan UNBK
  2. Kesiapan sarana-prasarana fisik (listrik, server, PC-Client, internet, jaringan Lokal)
  3. Kemampuan personil (teknisi, proktor)
  4. Dukungan tim teknis (Puspendik, Pustekkom, BTIKP, Helpdesk)
  5. Kecukupan materi pengenalan dan penggunaan komputer bagi peserta didik.
  6. Kecukupan frekwensi dan mutu “latihan” bagi siswa calon peserta ujian (Simulasi, Try Out)

Di Kabupaten Batanghari, pada tahun 2018 ini, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK sebanyak  15 SMP/MTs, 19 SMA/MA, dan 8 SMK, baik yang melaksanakan seara mandiri ataupun menumpang di sekolah lain.  (Sumber : Helpdesk Kabupaten Batanghari).

Untuk kami di SMK Kosgoro Muara Bulian, tahun 2018 ini merupakan tahun ketiga menyelenggarakan UNBK dan tahun kedua menyelenggarakan UNP (Ujian Nasional Perbaikan). Kebetulan saja salah satu Guru di Sekolah kami ditunjuk menjadi  anggota Tim Helpdesk untuk SMK se Kabupaten Batanghari, merangkap anggota Tim Helpdesk Provinsi Jambi. Mungkin karena kami yang pertama menyelenggarakan UNBK di Kab. Batanghari.  Secara teknis disekolah kami alhamdulillah tidak ada masalah  karena jumlah siswa tidak terlalu banyak , walaupun spesifikasi peralatan yang kami gunakan standard saja, tidak terlalu tinggi sebagaimana sekolah-sekolah besar.  Nampaknya keinginan untuk maju dan kemauan belajar memegang peranan penting  dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, didukung oleh berbagai Rakor dan Diklat yang diselenggarakan oleh Dinas P&K dan BTIKP Provinsi Jambi, atau melalui MKKS.

Dari sudut pandang dan pengalaman menjadi anggota tim helpdesk, ada beberapa kendala yang  perlu kita evaluasi untuk kesuksesan pelaksanaan UNBK tahun depan dengan kemungkinan jumlah sekolah penyelenggara yang semakin banyak, antaralain :

  • Belum semua proktor dan teknisi baru mendapatkan pelatihan teknis yang cukup untuk mengelola server UNBK dan penataan jaringan WAN/LAN
  • Masih ada beberapa rekan-rekan protek di sekolah  yang beranggapan bahwa kami para helpdesk tugasnya sampai ke urusan fisik jaringan dan lainnya. Relawan Helpdesk, sesuai dengan namanya, hanya bersifat “meja-bantu”, memberikan dukungan informasi dan solusi cepat terhadap kendala yang terjadi di lapangan. Kendali pada saat pelaksanaan UNBK  di unit sekolah penyelenggara berada di tangan Kepala sekolah, Proktor dan teknisi. maka tim teknis provinsi dan perangkat helpdesknya tidak akan berarti apa-apa jika proktor dan teknisi masih belum benar-benar paham secara teknis.
  • Masih ada beberapa rekan-rekan proktor dan teknisi baru yang kurang rajin baca dan belajar. Hampir setiap hari kami dihadapkan pada beberapa pertanyaan dan permintaan bantuan (via Telp, WA, maupun datang langsung), yang substansinya adalah hal-hal sederhana yang semuanya sudah ada panduannya di website http://www.ubk.kemdikbud.go.id.
  • Penataan job description dan alur kerja bagi helpdesk Kabupaten dan Provinsi masih perlu diperbaiki, belum ada pembatasan yang jelas. Masih banyak Proktor dan teknisi sekolah penyelenggara UNBK yang langsung minta bantu kepada helpdesk provinsi tanpa melalui kabupetan dulu dan tetap dilayani. Ini yang menjadi salah satu penyebab bahwa walaupun Helpdesk kabupeten telah berupaya membantu semaksimal mungkin, tetapi pada saat mengisi survey, pihak sekolah tidak menyebutkan tim kabupaten yang telah membantunya.
  • Belum difasilitasinya kegiatan koordinasi antar proktor/teknisi se kabupaten baik oleh dinas kabupaten maupun melalui MKKS
  • Diperlukan instrumen penilaian kerja protek dan helpdesk yang adil dan transparan.

Dari pengalaman tahun ini, semoga tahun depan koordinasinya semakin baik lagi, agar semua menjadi lebih lancar.