Jk_Ksg, 31 Mei 2012.

PROFESI GURU ;

TUNTUTAN KESEIMBANGAN ANTARA SELLERY DAN TANGGUNG JAWAB.

Kemendiknas, tahun-tahun belakangan ini nampaknya memiliki anggaran yang sangat besar. Dana yang dibutuhkan untuk Program Sertifikasi Guru dan Dosen, kalau kita mau jujur, luar biasa besarnya. Belum lagi berbagai dana hibah yang digelontorkan kepada sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Negri maupun Swasta di Indonesia.

Bagi mereka yang sudah bersertifikat, apalagi sudah menikmati tunjangannya, berbahagialah. Tinggal bagaimana menyeimbangkan antara apa yang sudah didapat dengan apa yang harus di pertangung jawabkan.

Bagi mereka yang boro-boro menikmati tunjangan sertifikasi, masuk dalam daftar kuota pun belum, atau bagi yang sudah lulus tapi terkendala berbagai hal disana-sini, semoga diberi ketabahan. Ada baiknya kita mencoba memahami kesulitan yang mungkin dialami oleh pihak lain dalam mengurus kepentingan kita.  Mari kita simak sebuah catatan refleksi program sertifikasi Guru di daerah lain, dengan berbagai hal yang rasanya patut untuk kita pahami.

Saya lansir  sebuah berita beberapa tahun lalu dari Aceh di situs ini; http://sertifikasiguru.org/berita_detail.php?id=1  , rasa-rasanya bener juga bahwa tak perlu menyalahkan orang lain. Ternyata memang prosesnya rumit dan membutuhkan perjuangan dan kesabaran.  (more…)